BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Disentil Mendagri, Bobby Nasution Perintahkan Jajarannya: Makanya Jangan Korupsi!

Adelia Syafitri - Kamis, 18 September 2025 16:18 WIB
Disentil Mendagri, Bobby Nasution Perintahkan Jajarannya: Makanya Jangan Korupsi!
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution di Gedung DPRD Sumut, Kamis (18/9/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution merespons tegas pernyataan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menyebut banyak dana daerah menjadi ladang korupsi, termasuk di wilayah Sumut.

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby sebagai peringatan keras kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sumut.

Ia meminta agar tidak ada lagi praktik korupsi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Baca Juga:
"Makanya jangan korupsi, tidak boleh ada main-main lagi. Ini pesan dari Mendagri untuk seluruh jajaran di Provinsi Sumut," tegas Bobby di Medan, Kamis (18/9/2025).

Menurut Bobby, pernyataan Mendagri Tito Karnavian bukan hanya sekadar imbauan, melainkan cerminan dari kenyataan yang kerap berulang dalam praktik birokrasi daerah.

"Ini kita ingatkan, kejadian (korupsi) bukan kejadian langka. Tapi sudah sering terjadi dan berulang. Jadi jangan ada korupsi," lanjut Bobby.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian menyoroti maraknya penyalahgunaan dana transfer dari pusat ke daerah.

Menurutnya, praktik korupsi dalam penyaluran dana tersebut tidak hanya melibatkan kepala daerah, tetapi juga melibatkan DPRD, staf, kolega politik, hingga pihak-pihak eksternal.

"Contohnya banyak sekali, beberapa daerah yang DPRD-nya bedol desa. Seperti di Sumatra Utara beberapa hari lalu, Jambi, Papua Barat, Jawa Timur, dan beberapa daerah lain," ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Mantan Kapolri tersebut menyayangkan masih lemahnya pengawasan di tingkat daerah, padahal Pemerintah Pusat telah mendorong efisiensi dan transparansi anggaran.

Tito menyebutkan adanya praktik "bancakan" atau pembagian anggaran secara ilegal yang merugikan masyarakat.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya juga mengungkap potensi besar praktik korupsi di wilayah Sumut, termasuk di Kabupaten Deliserdang.

Dugaan korupsi tersebut mencakup dana desa, proyek infrastruktur, hingga pengadaan barang dan jasa.

Menanggapi hal tersebut, Bobby menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan internal dan mendorong budaya birokrasi yang bersih dan transparan.

"Peringatan ini jadi pengingat bagi kita semua. Jangan ulangi kesalahan yang sama. Kepercayaan publik harus dijaga," tutupnya.*

(tm/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK Bongkar Dugaan Manipulasi Dokumen Proyek Tol Trans Sumatera: Ada Kongkalikong
Optimalisasi Pajak Daerah, Bapenda Batu Bara dan BPN Tandatangani Perjanjian Kerja Sama
UHC Sumut Tembus 98,6%, Warga Kini Bisa Berobat Gratis Hanya Pakai KTP
Forwakum Sumut vs Apdesi Percut Sei Tuan Berakhir Imbang 4-4, Laga Silaturahmi Penuh Sportivitas
Rp12,5 Triliun untuk Sumut: Bobby Nasution Fokuskan Anggaran pada Infrastruktur dan UMKM
Abyadi Siregar: Enam Program Terbaik Pemprovsu Akan Selesaikan Banyak Persoalan Mendasar Masyarakat Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru