Di Balik Gencatan: Implikasinya Bagi Indonesia
OlehYakub F. IsmailPerkembangan terbaru konflik Timur Tengah yang melibatkan Republik Islam Iran dengan IsraelAmerika Serikat (AS) kini me
OPINI
JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat agenda transisi energi nasional yang ramah lingkungan sekaligus berpihak pada kepentingan rakyat.
Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejumlah program energi bersih kini mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, dari perkotaan hingga pedesaan.
Menurut perwakilan Kementerian ESDM, kebijakan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses energi bersih dan berkeadilan.Baca Juga:
"Seluruh program transisi energi yang dijalankan pemerintah harus bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat tanpa menambah beban biaya," kata perwakilan ESDM dalam keterangan tertulis, Jumat (24/10/2025).
Langkah nyata pemerintah terlihat dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau waste to energy (WtE), Refuse Derived Fuel (RDF), biogas, hingga biomassa. Dua PLTSa yang telah beroperasi di Surabaya dan Solo memiliki kapasitas terpasang mencapai 36,47 megawatt (MW), dengan mekanisme subsidi agar harga listrik tetap terjangkau masyarakat.
RDF kini menjadi alternatif bahan bakar efisien bagi sektor industri, memanfaatkan sampah non-organik sebagai pengganti batu bara.
Program ini juga memperpanjang masa pakai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Di pedesaan, pemanfaatan biogas dari limbah pertanian dan peternakan telah mencapai 71,5 juta meter kubik hingga September 2025.
Energi ini digunakan sebagai bahan bakar memasak maupun penerangan rumah tangga, sekaligus memperbaiki sanitasi lingkungan dan menekan emisi gas rumah kaca. Pemerintah juga telah menerbitkan perizinan bahan bakar biogas (biometana) sebagai dasar hukum pengembangan bisnis energi hijau di tanah air.
Selain itu, pemanfaatan biomassa dari sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan diolah menjadi pelet kayu (wood pellet), memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani, koperasi, dan UMKM lokal.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa seluruh kebijakan transisi energi dijalankan dengan prinsip keadilan dan keberpihakan pada rakyat. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan komunitas lokal menjadi kunci agar manfaat ekonomi dan lingkungan dapat dirasakan merata.
"Arah kebijakan energi nasional jelas: transisi menuju energi bersih harus prorakyat. Melalui subsidi PLTSa, perizinan biometana, dan sinergi dengan pelaku lokal, pemerintah memastikan manfaat ekonomi dan lingkungan tumbuh bersama," tegas Kementerian ESDM.
OlehYakub F. IsmailPerkembangan terbaru konflik Timur Tengah yang melibatkan Republik Islam Iran dengan IsraelAmerika Serikat (AS) kini me
OPINI
JAKARTA PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya berhasil meraih enam penghargaan kategori Hijau dalam
EKONOMI
KALSEL Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung RI melakukan penggel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menekankan pentingnya penguasaan masalah sebagai lang
NASIONAL
Oleh Rahadi Wangsapermana
OPINI
PIDIE JAYA Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (7/4/2026) malam, mengakibatkan 13 desa di dua kecamatan terendam ban
PERISTIWA
TEBINGTINGGI TP PKK Sumut mengembangkan aplikasi inovatif Sistem Informasi Pelaporan Data (SIPANDA) PKK untuk mendukung tertib administr
PEMERINTAHAN
MEDAN Sulaiman Harahap, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, menekankan pentingnya aparatur sipil negara (ASN) terus m
PEMERINTAHAN
MEDAN Tim Penggerak PKK Sumatera Utara menggelar kegiatan halalbihalal dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah, Senin (6/4/2026), di Aula Te
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat implementasi pembangunan keluarga dan keluarga berencana (KB) melalui sejumlah
PEMERINTAHAN