BREAKING NEWS
Rabu, 15 April 2026

Abdul Mu’ti di UNESCO: Bangsa Kuat Lahir dari Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, Bukan Kekuasaan

Adelia Syafitri - Selasa, 04 November 2025 15:52 WIB
Abdul Mu’ti di UNESCO: Bangsa Kuat Lahir dari Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, Bukan Kekuasaan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam Konferensi Umum ke-43 UNESCO pada Selasa (4/11/2025).(Foto: Tangkapan Layar/ TVMU Yogyakarta)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA— Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendidikan dan informasi yang membebaskan merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan global.

Hal itu disampaikan dalam pidatonya di Sidang Umum ke-43 UNESCO, Paris, pada Selasa (4/11/2025).

Menurut Mu'ti, Indonesia meyakini bahwa kekuatan sejati bangsa tidak hanya terletak pada ekonomi atau kekuasaan, tetapi pada manusia yang tercerahkan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta komunikasi yang membebaskan.

Baca Juga:

"Indonesia percaya bahwa solusi atas tantangan global tidak semata-mata terletak pada kekuasaan atau ekonomi, tetapi pada manusia yang tercerahkan melalui pendidikan, sains, kebudayaan, serta informasi yang membebaskan. Pendidikan adalah hak dasar setiap anak, dan tidak boleh ada satu pun yang tertinggal," tegas Mu'ti.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti juga memaparkan capaian angka partisipasi sekolah di Indonesia yang sangat tinggi.
Anak usia 7–12 tahun mencapai 99,19%, sedangkan usia 13–15 tahun mencapai 96,17%.

Lebih lanjut, ia menguraikan kebijakan pendidikan bermutu di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang diwujudkan melalui program Gerakan Semesta.

"Kami meluncurkan Gerakan Semesta untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan. Kebijakan Presiden Indonesia memprioritaskan pembelajaran mendalam, penguatan karakter, dan pengenalan kecerdasan artifisial," ujar Mu'ti.

Dalam pidatonya di UNESCO, Abdul Mu'ti menjelaskan lima fokus utama Gerakan Semesta, yaitu:
- Pembelajaran mendalam yang menekankan praktik bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan.
- Pengenalan kecerdasan buatan (AI), coding, dan penguatan pendidikan karakter.
- Peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru sebagai agen peradaban.
- Pemenuhan gizi anak sekolah melalui program Makan Bergizi Gratis.
- Pengembangan Sekolah Rakyat untuk anak-anak dari keluarga miskin.

Mu'ti menambahkan bahwa pemerintah juga mendorong digitalisasi pendidikan dan pembangunan Rumah Pendidikan untuk memastikan anak-anak di daerah terpencil memperoleh akses belajar yang bermutu.

Pidato Abdul Mu'ti di Sidang Umum UNESCO menjadi pidato perdana yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia, setelah Bahasa Indonesia resmi menjadi salah satu bahasa resmi Sidang Umum PBB melalui Resolusi 42 C/28 pada 20 November 2023.

"Indonesia berdiri bersama seluruh negara anggota untuk memperkuat UNESCO sebagai ruang kolaborasi global yang berlandaskan saling percaya, saling belajar, dan saling menghormati. Mari kita pastikan bahwa pendidikan menerangi, sains memberdayakan, kebudayaan menyatukan, dan informasi memerdekakan umat manusia," tutup Mu'ti.*

(kp/M/006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mendikdasmen Abdul Mu’ti di UNESCO: Gerakan Semesta, AI & Digitalisasi Pendidikan Nasional
Ulos Goes to UNESCO! Pemprov Sumut Dorong Warisan Budaya Batak Mendunia
UNAR Bangga! 10 Mahasiswa Keperawatan Lolos Seleksi Kerja ke Negeri Sakura, Bukti Lulusan Berdaya Saing Global
Transformasi Pendidikan Aceh! 100 Kepala Sekolah Muhammadiyah Siap Terapkan Deep Learning
UIN Raden Intan Lampung Siap Hadapi Audit ISO Internasional, Momentum Perkuat Budaya Mutu Kampus
Gus Ipul Sebut Angka Kemiskinan Terus Turun di Era Presiden Prabowo: “Langkah Besar Telah Dimulai”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru