Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
LABUHANBATU SELATAN — Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, memilih cara sederhana untuk menyapa para petugas kebersihan di daerahnya.
Ia duduk bersahaja, menyeruput kopi, dan berbincang langsung dengan para pengangkut sampah dan penata taman dalam kegiatan "serambi ngopi bersama" di taman perkantoran Bupati Labusel, Selasa, 6 Januari 2026.
Sebanyak 107 petugas kebersihan dan pengangkut sampah serta enam petugas taman dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) hadir dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga:
Turut mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah M. Reza Pahlevi Nasution, Asisten Perekonomian Ralikul Rahman, Asisten Administrasi Umum Fuadi, serta Kepala DLHP Labusel Syaripudin.
Dalam suasana santai namun penuh makna, Fery menyampaikan apresiasi kepada para petugas yang selama ini bekerja di balik layar menjaga kebersihan dan kerapian daerah.
Ia menyebut mereka sebagai sosok-sosok yang jasanya besar, meski jarang mendapat sorotan.
"Hari ini saya melihat langsung wajah-wajah orang hebat. Bapak dan ibu inilah yang membuat Labusel terlihat rapi dan bersih. Saya hadir untuk menyampaikan terima kasih yang tulus," kata Fery.
Ia menegaskan kehadirannya bukan sekadar simbolik. Pada kesempatan itu, Bupati menyerahkan bantuan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan para petugas kebersihan dan keluarga mereka.
Fery juga menyoroti capaian DLHP Labusel dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 yang melampaui target hingga lebih dari 100 persen.
Menurut dia, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras petugas di lapangan.
"Ini prestasi besar dan itu adalah prestasi bapak ibu semua," ujarnya.
Kepala DLHP Labusel, Syaripudin, menyebut para petugas kebersihan sebagai garda terdepan yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan PAD daerah.
"Mereka adalah pejuang kebersihan. Tanpa mereka, kinerja DLHP tidak akan maksimal," kata Syaripudin.
Perwakilan petugas kebersihan, Ucok, mengaku terharu dengan kehadiran Bupati yang bersedia duduk sejajar dan mendengar langsung aspirasi mereka.
Ia berharap perhatian dan bimbingan dari pemerintah daerah terus berlanjut.
Suasana haru juga muncul ketika seorang petugas kebersihan perempuan menceritakan pengalamannya bekerja sejak masa sulit, dengan penghasilan yang dahulu hanya Rp300 ribu hingga kini meningkat menjadi Rp1,8 juta.
"Alhamdulillah, dari gaji itu anak-anak kami bisa sekolah sampai tamat. Kami tidak pernah mengeluh," ujarnya.
Pertemuan sederhana tersebut menjadi gambaran kepemimpinan yang humanis, ketika pemimpin hadir, mendengar, dan menghargai kerja mereka yang selama ini menjaga kebersihan Labuhanbatu Selatan dalam senyap.*
(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.