BREAKING NEWS
Kamis, 19 Maret 2026

Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove di Banda Aceh, Wujud Nyata Program Green Policing dan Pelestarian Pesisir

T.Jamaluddin - Jumat, 30 Januari 2026 19:04 WIB
Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove di Banda Aceh, Wujud Nyata Program Green Policing dan Pelestarian Pesisir
Polda Aceh menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Jumat (30/1/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEHPolda Aceh menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menanam 10.000 bibit pohon mangrove di Desa Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Green Policing, sebagai wujud kepedulian Polri terhadap ekosistem pesisir yang berperan strategis dalam mitigasi bencana dan pencegahan abrasi.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah mengatakan, program ini tidak sekadar simbolik, tetapi juga investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

Baca Juga:

Mangrove memiliki fungsi ganda: sebagai penyerap karbon, penghasil oksigen, serta habitat berbagai biota laut.

"Green Policing Polda Aceh diawali dengan penanaman 10.000 bibit mangrove. Ke depan, saya akan memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta di Aceh untuk melakukan kegiatan serupa," ujar Kapolda usai kegiatan penanaman.

Jika seluruh satuan Polres mampu menanam minimal 5.000 bibit di wilayah masing-masing, maka total pohon yang ditanam di Aceh dapat mencapai sekitar 125.000 mangrove.

Kapolda menekankan, keberhasilan program ini membutuhkan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, mahasiswa, dan masyarakat.

Selain itu, Polda Aceh mendorong inovasi pemanfaatan tanah lumpur pascabencana banjir sebagai media tanam produktif, membuka peluang ekonomi baru sekaligus memulihkan lingkungan.

Program penghijauan ini juga selaras dengan inisiatif "Sejuta Pohon untuk Masyarakat" yang akan diterapkan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Aceh.

"Tanah lumpur yang sebelumnya menjadi masalah lingkungan kini dapat diolah menjadi lahan produktif. Kegiatan ini tidak hanya memulihkan ekosistem, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat," kata Kapolda.

Kegiatan penanaman mangrove ini didukung penuh oleh Dansatbrimob, panitia, dan seluruh pihak yang berpartisipasi, yang menurut Kapolda merupakan bentuk amal jariah dan kontribusi nyata bagi keberlangsungan ekosistem pesisir Aceh.*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Momen 100 Karangan Bunga Warnai Ultah Sri Mulyani Jadi Sorotan, Seruan Dosen untuk Pendidikan yang Lebih Adil
Polemik Monumen Silang Hangoluan: Konflik Simbolis & Perlawanan terhadap Hegemoni Kolonial di Tanah Batak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru