BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Bali Perkuat Pencegahan Narkoba Berbasis Desa Adat, Gubernur Koster Dorong Pararem Anti Narkoba

Fira - Kamis, 05 Februari 2026 15:33 WIB
Bali Perkuat Pencegahan Narkoba Berbasis Desa Adat, Gubernur Koster Dorong Pararem Anti Narkoba
Gubernur Bali Wayan Koster dalam Rapat Koordinasi P4GN Wilayah Provinsi Bali 2026 yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/2). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmen serius dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) melalui Rapat Koordinasi P4GN Wilayah Provinsi Bali 2026 yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/2).

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa narkoba menjadi ancaman serius bagi Bali, destinasi pariwisata dunia dengan tingkat keterbukaan tinggi terhadap wisatawan domestik dan mancanegara.

Dengan jumlah penduduk sekitar 4,4 juta jiwa dan ketergantungan ekonomi 66 persen pada sektor pariwisata, Bali harus menjaga citra dan keamanan wilayahnya dari ancaman narkotika.

Baca Juga:

"Ketika saya menerima audiensi Kepala BNN dan melihat data yang disampaikan, saya melihat kita harus sangat serius menangani persoalan narkoba ini. Bali adalah destinasi wisata dunia, wilayahnya kecil, tetapi memiliki daya tarik global yang luar biasa," ujar Koster.

Gubernur menegaskan bahwa penanganan narkoba harus dilakukan komprehensif dari hulu ke hilir, melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai pemerintah, BNN, hingga desa adat.


Salah satu langkah strategis yang didorong adalah pembentukan sistem pencegahan berbasis desa adat, melalui penyusunan pararem anti narkoba sebagai benteng kearifan lokal.

Rakor P4GN 2026 diharapkan menghasilkan rencana aksi daerah yang terintegrasi untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, rehabilitasi, serta pemberantasan peredaran narkotika di Bali.

Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali", yang menekankan keseimbangan, keharmonisan, dan keberlanjutan masyarakat.

Gubernur Koster mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi melindungi generasi muda dari ancaman narkotika demi masa depan Bali yang aman, bermartabat, dan berdaya saing global.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, menyampaikan bahwa ancaman penyalahgunaan narkoba di Bali semakin kompleks.

Kejahatan narkoba tidak hanya mengancam individu, tetapi juga ketahanan sosial dan masa depan generasi bangsa.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Transformasi Pascabencana: Sumut Siapkan Infrastruktur dan Tata Ruang Lebih Baik
BNN Gagalkan Peredaran 160 Kg Sabu Jaringan Segitiga Emas di Aceh, Senilai Rp 208 Miliar
Ganja 200 Kg Senilai Rp 1,5 Miliar Digagalkan BNN, Tiga Tersangka Ditangkap
Kasus Sabu 1 Kilogram Seret Dugaan Keterlibatan Perwira Polda Sumut, Mabes Polri Diminta Turun Tangan
Ratusan Personel Polda Bali Turun Tangan Bersih-Bersih Pantai, Dukung Pariwisata dan Kelestarian Lingkungan
Grebeg Sampah di Pulau Tidung Kecil: Sinergi TNI, Polri, dan Pemda Dorong Pelestarian Lingkungan Pesisir
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru