Berdasarkan data yang dihimpun melalui aplikasi Daily Operation Reporting System (DORS), kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan dan jajaran kepolisian telah berhasil menurunkan angka kriminalitas, khususnya dalam kasus 3C (curas, curat, dan curanmor).
Rico Waas mengungkapkan bahwa sinergi antara Pemerintah Kota Medan dan kepolisian Kota Medan, di bawah pimpinan Kapolrestabes Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, membawa dampak nyata terhadap penurunan kasus kejahatan.
Ia mencatat, secara keseluruhan, angka kasus 3C mengalami penurunan sebesar 14 persen, dari 1.805 laporan pada tahun sebelumnya menjadi 1.545 laporan.
Lebih rinci, kasus pencurian dengan kekerasan (curas) turun 3 persen, dari 78 menjadi 76 laporan.
Pencurian dengan pemberatan (curat) menurun 1 persen, dari 939 menjadi 928 laporan.
Sementara itu, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mencatat penurunan signifikan hingga 31 persen, dari 788 menjadi 541 laporan.
Penurunan ini disebutkan sebagai indikasi dari efektivitas langkah-langkah preventif dan represif yang dilakukan aparat.
Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan patroli rutin, penguatan pengawasan di wilayah rawan, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.
"Angka kriminalitas menurun berkat kolaborasi yang solid antara Pemerintah Kota Medan, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat. Ini adalah hasil nyata dari kerja keras bersama dalam menjaga ketertiban," kata Wali Kota Medan, Rico Waas, Kamis (19/2/2026).
Selain sinergi dengan kepolisian, pengaktifan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) menjadi salah satu strategi utama yang digencarkan sejak awal masa jabatan Wali Kota Rico Waas.
Hingga saat ini, sebanyak 1.160 Poskamling dari total 2.001 lingkungan di Kota Medan telah diaktifkan kembali.