Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto meminta dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai standar untuk segera ditertibkan.
Arahan tersebut disampaikan usai rapat kerja bersama kementerian dan lembaga di Istana Negara.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengatakan penertiban dilakukan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak mengikuti petunjuk teknis (juknis).
Baca Juga:
"Presiden perintahkan agar dapur-dapur yang jelek atau tidak mengikuti juknis ditertibkan," ujar Nanik dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Menindaklanjuti arahan tersebut, BGN telah membekukan sejumlah dapur MBG yang dinilai bermasalah. Dapur yang terbukti melakukan pelanggaran, seperti penggelembungan harga (mark up), monopoli bahan baku, hingga menyebabkan kasus keracunan, ditutup sementara.
Menurut Nanik, Presiden juga meminta agar program MBG tepat sasaran, yakni diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi.
"Program ini tidak perlu menyasar anak-anak dari keluarga mampu. Fokusnya adalah mereka yang membutuhkan," jelasnya.
BGN pun berencana membentuk tim khusus untuk menyisir penerima manfaat agar penyaluran program lebih tepat dan tidak mubazir.
Selain itu, Presiden juga menegaskan bahwa program MBG tidak boleh dipaksakan kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok yang merasa tidak membutuhkan bantuan tersebut.
"MBG harus berbasis kebutuhan, agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat," tambah Nanik.
Pemerintah memastikan pengawasan dan evaluasi program akan terus diperkuat agar pelaksanaan MBG berjalan optimal dan sesuai tujuan.*
(k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.