BREAKING NEWS
Jumat, 10 April 2026

Disnaker Medan Dorong Link and Match Kampus–Industri, Fasilitasi PT Tradepro Latih Mahasiswa FISIP USU untuk Siap Hadapi Dunia Kerja

Abyadi Siregar - Jumat, 10 April 2026 08:36 WIB
Disnaker Medan Dorong Link and Match Kampus–Industri, Fasilitasi PT Tradepro Latih Mahasiswa FISIP USU untuk Siap Hadapi Dunia Kerja
Disnaker Kota Medan mempertemukan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU dengan pelaku industri PT Tradepro Penasihat Berjangka di Gedung Teater FISIP USU pada Kamis, 9 April 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan memperkuat upaya menjembatani dunia pendidikan dan industri melalui program Roadshow Go to Campus.

Program ini mempertemukan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU) dengan pelaku industri PT Tradepro Penasihat Berjangka untuk meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa sejak dini.

Kegiatan yang digelar di Gedung Teater FISIP USU pada Kamis, 9 April 2026 itu diikuti ratusan mahasiswa.

Baca Juga:

Ruangan terlihat penuh, sementara peserta aktif mengikuti materi dan sesi diskusi yang diberikan narasumber dari dunia usaha dan pemerintah.

Pelaksana tugas Kepala Disnaker Medan Ramaddan yang diwakili Kabid Pelatihan dan Produktivitas Mohammad Hadeli Sundhana mengatakan program tersebut merupakan langkah konkret untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi pasar kerja yang semakin kompetitif.

"Mahasiswa perlu disiapkan sejak dini dengan kompetensi yang relevan. Tidak cukup hanya mengandalkan ijazah," ujarnya.

Ia menekankan bahwa kebutuhan industri terus berkembang, sehingga mahasiswa harus memiliki keterampilan terukur yang diakui dunia kerja, termasuk sertifikasi kompetensi dan pengalaman praktis.

Menurut dia, Disnaker Medan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan dunia usaha guna memperkuat kesiapan tenaga kerja muda di Kota Medan.

Dekan FISIP USU, Hatta Ridho, menyebut kerja sama ini sebagai implementasi konsep triple helix antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha.

Program tersebut mencakup sosialisasi, pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi berbasis standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi juga keahlian yang sesuai kebutuhan industri," ujarnya.

Ia menambahkan, Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja.

Dalam program ini, PT Tradepro memberikan pelatihan teknis di bidang perdagangan berjangka yang dipadukan dengan penguatan soft skill.

Model ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan industri.

Program Go to Campus ini juga menjadi bagian dari strategi link and match antara perguruan tinggi dan dunia kerja.

Sebelumnya, Disnaker Medan telah melaksanakan program serupa di Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP), sebagai bagian dari perluasan akses pelatihan dan sertifikasi bagi mahasiswa.

Dengan program ini, Disnaker Medan menegaskan perannya bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi juga penggerak ekosistem ketenagakerjaan yang lebih kompetitif di daerah.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Soroti Delapan Masalah dalam Pemerintahan Prabowo Subianto
Kejati Sumut Geledah Kantor BPN Terkait Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai Rp 1,17 Triliun
Misbakhun Kritik Keras Usulan JK Soal BBM Subsidi: Data Tak Akurat dan Berpotensi Picu Gejolak
Harga bahan baku UMKM di Medan naik hingga 100%. Pelaku usaha menjerit, daya beli melemah, dan pemerintah dinilai belum bertindak.
Kebakaran Hebat di Medan Marelan, 1 Korban Tewas Terjebak di Lantai Tiga
Gibran Sebut Usulan JK Naikkan BBM Bersubsidi Tidak Sejalan dengan Kebijakan Presiden Prabowo
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru