BREAKING NEWS
Jumat, 10 April 2026

Banjir Rob Belawan Tak Kunjung Tuntas, Wali Kota Medan Dorong Penanganan Serius Bersama Komisi V DPR RI

Abyadi Siregar - Jumat, 10 April 2026 08:42 WIB
Banjir Rob Belawan Tak Kunjung Tuntas, Wali Kota Medan Dorong Penanganan Serius Bersama Komisi V DPR RI
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap saat mendampingi kunjungan kerja Anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Dapil Sumut I, Musa Rajekshah, bersama sejumlah anggota Komisi V lainnya ke Belawan, Kamis, 9 April 2026. (foto: Pemkot Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap menegaskan perlunya langkah konkret dan terkoordinasi untuk menangani persoalan banjir rob di kawasan Belawan.

Ia menyebut penyelesaian masalah tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial oleh pemerintah kota saja, melainkan harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

Pernyataan itu disampaikan Zakiyuddin saat mendampingi kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Belawan, Kamis, 9 April 2026.

Baca Juga:

Kunjungan tersebut dipimpin Anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Dapil Sumatera Utara I, Musa Rajekshah, bersama sejumlah anggota Komisi V lainnya.

Zakiyuddin menilai kompleksitas persoalan banjir rob di Belawan berkaitan erat dengan tata ruang, status lahan, hingga keberadaan infrastruktur strategis milik sejumlah pihak.

Ia menyebut perlu adanya forum koordinasi lintas instansi, mulai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, PT KAI, Pelindo, hingga Pertamina.

"Pemko Medan berharap dapat difasilitasi pertemuan lintas sektor karena di kawasan tersebut terdapat permukiman warga, jalur pipa gas, hingga fasilitas milik BUMN," ujarnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan kewenangan pemerintah kota, mengingat sebagian wilayah berada di atas lahan milik PT KAI dan Pelindo.

Kondisi ini, kata dia, turut menyulitkan upaya penataan kawasan maupun normalisasi sungai.

"Bahkan kantor kecamatan pun berada di atas lahan PT KAI. Ini menjadi kendala dalam penataan wilayah," kata Zakiyuddin.

Selain persoalan lahan, ia juga menyoroti banyaknya permukiman yang berdiri di bantaran sungai serta penyempitan aliran sungai yang melintasi Medan hingga Deli Serdang.

Menurutnya, tanpa penanganan terpadu lintas wilayah, upaya normalisasi tidak akan memberikan hasil optimal.

"Kalau hanya Medan yang bergerak, maka sedimentasi dan sampah akan kembali lagi. Harus ada penanganan terpadu," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Adenan Rasyid, menyatakan secara teknis penanganan banjir rob memungkinkan dilakukan.

Namun, tantangan utama terletak pada koordinasi antar pemangku kepentingan serta keberadaan permukiman yang sudah lama terbentuk.

"Secara teknis tidak sulit, tetapi kompleksitas sosial dan kelembagaan menjadi tantangan utama," ujarnya.

Dukungan juga datang dari Komisi V DPR RI. Musa Rajekshah menegaskan perlunya penyelesaian menyeluruh dengan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah pusat dan daerah.

Ia juga menyoroti alih fungsi lahan di kawasan pesisir serta kerusakan mangrove yang dinilai memperparah kondisi banjir rob.

Menurutnya, normalisasi sungai dan perencanaan terpadu menjadi kunci agar anggaran penanganan tidak sia-sia.

"Kami akan mendorong rapat koordinasi lintas sektor agar solusi bisa benar-benar tuntas," ujarnya.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Disnaker Medan Dorong Link and Match Kampus–Industri, Fasilitasi PT Tradepro Latih Mahasiswa FISIP USU untuk Siap Hadapi Dunia Kerja
Pemkot Tanjungbalai Perkuat Standar Layanan Publik dan Keamanan Pangan 2026, Fokus Menuju Generasi Sehat
MTQ ke-58 Tanjungbalai Segera Digelar, Wali Kota Minta Semua Pihak Siap
Wali Kota Mahyaruddin Salim Ajak Pers dan LSM Dukung Visi “Tanjungbalai EMAS”, Ini Pesannya
Dukung Visi “Tanjungbalai EMAS”, Wali Kota Mahyaruddin Salim Gandeng Influencer dan Konten Kreator untuk Dukung Pembangunan Daerah
Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Soroti Delapan Masalah dalam Pemerintahan Prabowo Subianto
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru