Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas merespons kritik tajam yang dilontarkan Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Kota Medan, Godfried Effendy Lubis, yang menilai kinerjanya buruk dan gagal dalam memimpin kota.
Rico mengatakan, pemerintah kota telah berupaya maksimal dalam menjalankan program pembangunan.
Ia juga menyebut kritik yang disampaikan DPRD sebagai bagian dari dinamika komunikasi antara legislatif dan eksekutif.
Baca Juga:
"Kita sudah berusaha yang terbaik. Terima kasih atas saran dan masukan dari DPRD. Ini bentuk komunikasi dua arah yang baik untuk membangun Medan bersama-sama," kata Rico, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah program telah dijalankan, termasuk penanganan banjir yang menurutnya sudah memiliki perencanaan.
Selain itu, Rico menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Medan mencapai 6,5 persen, sebagaimana disampaikan pemerintah pusat dalam forum perencanaan pembangunan daerah.
Menanggapi tudingan minim inovasi, Rico mencontohkan peluncuran sistem Qresto (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization).
Sistem ini memungkinkan pembayaran pajak restoran dilakukan secara otomatis melalui transaksi digital.
"Ini inovasi baru, bahkan disebut pertama di Indonesia. Pembayaran menggunakan QRIS langsung masuk ke kas daerah," ujarnya.
Sebelumnya, Godfried Effendy Lubis menyampaikan kritik keras terhadap kinerja Rico usai rapat paripurna penyampaian LKPj Tahun Anggaran 2025 di DPRD Medan.
Ia menilai Wali Kota tidak serius menangani sejumlah persoalan krusial.
Menurut Godfried, sejumlah indikator menunjukkan kinerja pemerintah kota belum optimal, mulai dari penanganan banjir, tingginya inflasi, hingga angka pengangguran.
"Menangani banjir tidak serius, inflasi tinggi, pengangguran belum teratasi," kata Godfried.
Ia juga menyoroti persoalan keamanan seperti maraknya begal dan tawuran, serta peredaran narkoba yang dinilai belum tertangani secara efektif.
Selain itu, ia menilai kurangnya inovasi dalam kebijakan pemerintah kota.
Godfried menyebut, kepemimpinan Rico belum menunjukkan terobosan signifikan dalam mengatasi persoalan mendasar perkotaan.
DPRD, kata dia, mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi perangkat daerah.
Polemik antara eksekutif dan legislatif ini mencerminkan dinamika pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Di tengah kritik yang mengemuka, kedua pihak diharapkan tetap menjaga sinergi dalam mendorong pembangunan kota.*
(sp/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.