JAKARTA -Calon Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, meragukan kemampuan Calon Gubernur Dharma Pongrekun yang berjanji untuk membangun flyover dan underpass dalam waktu hanya tujuh hari. Rano menyatakan, pernyataan tersebut tidak realistis dan sulit terealisasi meski dengan teknologi modern.
“Saya katakan, ‘Nggak mungkin lah itu’,” ungkap Rano Karno saat menghadiri acara di Jalan Peninggaran Timur 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti underpass membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dari yang diungkapkan oleh Dharma Pongrekun.
Rano menambahkan, meskipun teknologi pembangunan infrastruktur telah berkembang pesat, menyelesaikan proyek sebesar itu dalam waktu singkat adalah hal yang tidak mungkin. “Meski teknologinya ada, untuk bangun underpass dalam 7 hari kayaknya agak sulit,” ujarnya.
Sebelumnya, Dharma Pongrekun menjelaskan bahwa ide tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta dengan menghilangkan lampu merah di persimpangan. Dalam acara ‘Silaturahmi Kebangsaan’ yang diadakan di Sekretariat Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI) pada 29 Oktober, ia menyatakan, “Dengan teknologi yang ada, overpass dan underpass dapat dibangun dalam waktu tujuh hari.”
Dharma juga menyebutkan bahwa ia telah memetakan titik-titik kemacetan yang menjadi prioritas untuk pembangunan infrastruktur tersebut, termasuk area Thamrin yang masih memiliki lampu merah.
“Di persimpangan-persimpangan jalan yang masih menggunakan lampu merah, harus diperbanyak. Jangan ada lagi lampu merah. Thamrin saja masih ada lampu merah,” pungkasnya.
Kontroversi mengenai rencana pembangunan ini semakin menghangat menjelang pemilihan gubernur, dengan kedua calon memiliki pandangan yang berbeda mengenai solusi untuk permasalahan lalu lintas di Jakarta.
(N/014)
Rano Karno Ragukan Janji Dharma Pongrekun Soal Pembangunan Flyover dan Underpass dalam 7 Hari