Logo Resmi HUT ke-81 RI Diluncurkan, Karya Desainer Padang Terpilih Lewat Voting Nasional
JAKARTA Pemerintah resmi menetapkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Logo tersebut merupakan karya desa
NASIONAL
MEDAN – Semangat ratusan anak muda dari berbagai kota di Indonesia memenuhi ruang pertemuan Youth City Changers (YCC) APEKSI 2026 yang digelar di Hotel Le Polonia, Medan, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan tersebut resmi dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang mengajak generasi muda mengambil peran sebagai motor perubahan dalam membangun kota yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing.
Youth City Changers merupakan bagian dari rangkaian menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan.Baca Juga:
Kegiatan ini diikuti para perwakilan pemuda dan komunitas dari seluruh kota anggota APEKSI sebagai wadah menyampaikan gagasan, inovasi, dan aspirasi generasi muda untuk pembangunan perkotaan.
Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan Gendang Taganing.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman (Sharing Session) yang menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, dan Wali Kota Medan Rico Waas sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Rico Waas mengaku bangga karena Kota Medan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Youth City Changers yang menjadi bagian awal dari rangkaian APEKSI XVIII Tahun 2026.
Ia juga memperkenalkan Kota Medan kepada para delegasi muda yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Rico kemudian menjelaskan alasan dipilihnya tema "Anak Muda Tangguh untuk Indonesia", yang menjadi subtema APEKSI tahun ini dengan tema besar "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat".
Menurut Rico, tema tersebut lahir dari pengalaman Kota Medan saat menghadapi bencana hidrometeorologi besar pada November 2025 yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
"Dari 21 kecamatan di Kota Medan, sebanyak 19 kecamatan sempat terendam banjir. Bencana tersebut berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat dan roda perekonomian kota. Sekitar 85 ribu warga terdampak dan 25 ribu di antaranya harus mengungsi. Membenahi kota ini membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan hampir berbulan-bulan," ujar Rico Waas.
Ia mengatakan, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa sebuah kota harus memiliki ketangguhan, bukan hanya saat menghadapi bencana, tetapi juga ketika memasuki masa pemulihan.
Menurut Rico, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan yang kompleks.
Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
"Pemerintah tidak bisa sendirian. Kita harus merangkul semua pihak untuk bersama-sama membenahi kota. Dan yang paling penting, kita butuh peran relawan serta anak-anak muda," tegasnya.
Rico juga mengajak seluruh peserta Youth City Changers menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan perkotaan.
"Kalau bangsa kita ingin kuat, maka kita harus saling menguatkan. Kota dengan kabupaten, kota dengan kota lainnya, semuanya harus kompak. Anak muda harus menjadi bagian penting dari perubahan itu," pungkasnya.
Lebih lanjut, Rico menegaskan bahwa ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemampuannya menghadapi bencana, tetapi juga dari kecepatannya bangkit setelah bencana berlalu.
Ia menyebut terdapat tiga pilar utama dalam membangun kota yang tangguh, yakni mitigasi dan penanganan pascabencana yang terintegrasi, semangat gotong royong, serta keterlibatan aktif relawan dan generasi muda.
"Kita butuh peran dari para relawan dan juga anak-anak muda. Hari ini, mari kita bicara banyak tentang bagaimana membangun kota yang tangguh, dan menjadikan anak muda tangguh sebagai masa depan Indonesia," serunya yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh delegasi.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Sharing Session bertema "Inspirasi Kota Tangguh".
Para peserta tampak antusias mengikuti diskusi dan memanfaatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai kepemimpinan, mitigasi bencana, kolaborasi, serta tantangan membangun kota yang lebih tangguh di masa depan.
Melalui forum tersebut, Youth City Changers diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru dari generasi muda yang dapat mendukung pembangunan kota-kota di Indonesia agar semakin tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.* (ad)
JAKARTA Pemerintah resmi menetapkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Logo tersebut merupakan karya desa
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menggelar upacara penyerahan jabatan Kepala Biro Perencanaan (Karorena) dari Kombes Pol. R. Dadik Junaedi Supri Ha
PEMERINTAHAN
KISARAN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan menggelar kegiatan keagamaan di Masjid Ag
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Upaya terseb
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo mengajukan gugatan praperadilan terhadap tindakan penyidik Polda Metro Jaya dalam p
HUKUM DAN KRIMINAL
SUMEDANG Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVIII Tahun
PEMERINTAHAN
LAMPUNG TIMUR Pembatalan kunjungan Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Festival Budaya di Taman Wisata Randu Mas, Desa Pugung Rahar
NASIONAL
JAKARTA Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo, menilai sistem paket intern
HUKUM DAN KRIMINAL
SEMARANG Sidang dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Jawa
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Aksi penyerangan terhadap Polsek Binjai Kota yang terjadi pada Minggu malam (28/6/2026) mendapat perhatian dari berbagai kalangan
HUKUM DAN KRIMINAL