Mahasiswa Farmasi di Medan Diduga Jadi Bandar Vape Narkoba, Polisi Sita 488 Pod Getar
MEDAN Seorang mahasiswa jurusan farmasi berinisial MZ (21) diamankan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan karena diduga terlibat dal
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN – Suasana penuh keceriaan mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Gedung Pancasila, Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu (25/7/2026).
Ratusan anak dari berbagai sekolah dan komunitas bergantian menampilkan tarian tradisional maupun kreasi modern.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari anak-anak penyandang Down syndrome yang tampil percaya diri di hadapan para tamu undangan.Baca Juga:
Penampilan mereka menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki potensi, bakat, dan kesempatan yang sama untuk berkarya serta mengekspresikan diri tanpa memandang kondisi yang dimiliki.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas hadir langsung dalam kegiatan bertajuk Festika (Festival Kreativitas Anak) tersebut.
Kehadiran keduanya menambah semangat anak-anak yang mengikuti rangkaian acara.
Selain menyaksikan berbagai pertunjukan seni, Rico Waas dan Airin juga mengajak sejumlah anak berdialog di atas panggung.
Di antaranya Kiran, siswi SD Swasta Sejahtera Marelan yang merupakan anak penyandang Down syndrome, serta Luthfi, pelajar SMP penyandang disabilitas tuna wicara.
Suasana hangat penuh canda dan senyum antara pimpinan Kota Medan dengan anak-anak itu mendapat sambutan meriah dari para peserta.
Momen tersebut memperlihatkan pentingnya ruang yang inklusif bagi seluruh anak untuk berkembang dan menunjukkan kemampuannya.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga memberikan berbagai hadiah kepada anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan maupun menampilkan bakatnya.
Hadiah berupa sepeda, tas, boneka, dan bingkisan disambut antusias sehingga menambah kemeriahan peringatan Hari Anak Nasional.
Dalam sambutannya, Rico Waas mengapresiasi Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APMPPKB) Kota Medan yang telah menyelenggarakan kegiatan bertema "Anak Terjaga, Gawai Secukupnya, Budaya Selamanya."
Menurut Rico Waas, peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial, melainkan harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus memperhatikan tumbuh kembang anak.
"Jika saya tidak hadir hari ini, saya adalah orang yang paling rugi. Saya menyaksikan sendiri betapa luar biasanya potensi, karya, dan keberanian anak-anak kita di panggung. Dari mereka, kita bisa melihat bahwa masa depan Kota Medan dan Indonesia ada di tangan yang tepat," ujar Rico Waas.
Selain mengapresiasi kreativitas anak-anak, Rico Waas juga menyoroti tantangan pola asuh di era digital.
Menurutnya, penggunaan gawai yang berlebihan dapat memengaruhi perkembangan fisik maupun mental anak apabila tidak diawasi dengan baik.
Ia menilai, orang tua harus terlebih dahulu memberikan teladan dalam penggunaan gawai sebelum meminta anak membatasi waktu bermain perangkat digital.
"Anak-anak itu bagaikan kertas putih, dan orang tua adalah yang melukisnya. Sering kali pagi-pagi yang kita cari pertama kali bukan hal lain, tapi meraba-raba meja mencari HP. Kebiasaan ini dilihat dan dicontoh langsung oleh anak-anak," jelas Rico Waas.
Meski demikian, ia mengakui teknologi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan modern, termasuk dalam dunia pendidikan.
Karena itu, menurutnya, pendampingan orang tua menjadi kunci agar anak memanfaatkan teknologi secara sehat dan tidak mengalami ketergantungan.
Rico Waas menambahkan, Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus mempersiapkan generasi penerus bangsa.
"Anak-anak Indonesia itu cerdas dan berpotensi besar, bahkan banyak yang berprestasi hingga ke tingkat internasional. Tugas kita sebagai orang tua dan pemerintah adalah memberikan dorongan, kesempatan untuk tampil, serta ruang kreativitas dan pendidikan yang inklusif," ujar Rico Waas.
Kegiatan Festika 2026 turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Medan Ismiralda Wiriya Alrahman, Direktur Eksekutif PKPA Kemala Dewi, jajaran pimpinan perangkat daerah Pemerintah Kota Medan, para camat se-Kota Medan, serta perwakilan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Sumatera Utara dan SLB Pembina.* (ad)
MEDAN Seorang mahasiswa jurusan farmasi berinisial MZ (21) diamankan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan karena diduga terlibat dal
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution akhirnya memberikan penjelasan terkait keputusannya meninggalkan rapat paripurna DP
PEMERINTAHAN
LANGKAT Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Binjai Sumatera Utara (PB IMBISU) meminta seluruh pihak agar serius dalam upaya pemberantas
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Anggota Satgas GM FKPPI Sumatera Utara (Sumut) Alan Pane memberikan apresiasi terhadap kinerja Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkob
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan bergerak cepat menindaklanjuti informasi mengenai warga yang mendirikan dan menghuni rumah kardus di
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan pentingnya peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) s
PEMERINTAHAN
MEDAN Suasana penuh keceriaan mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Gedung Pancasila, Universitas Sumatera Utara (USU), S
PEMERINTAHAN
MEDAN Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Medan menghadirkan momen yang menghangatkan suasana. Di tengah semarak penampilan
PEMERINTAHAN
Oleh Samuel Marganda Tua Lumban GaolTRI Dharma Perguruan Tinggi adalah fondasi utama eksistensi setiap universitas di Indonesia. Sebagaiman
OPINI
JAKARTA Harga beras di tingkat konsumen terus mengalami kenaikan meski pemerintah menyatakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelo
EKONOMI