BREAKING NEWS
Senin, 03 Agustus 2026

MAQOM Resmi Dikukuhkan, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ajak Perkuat Identitas Religius dan Budaya Melayu

Muhammad Taufik - Senin, 03 Agustus 2026 08:20 WIB
MAQOM Resmi Dikukuhkan, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ajak Perkuat Identitas Religius dan Budaya Melayu
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina mengukuhkan dan melantik pengurus MAQOM Kota Tanjungbalai masa bakti 2026–2030, di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Tanjungbalai, Kamis (30/7/2026). (Foto: Pemerintah Kota Tanjungbalai / FB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina mengukuhkan dan melantik pengurus Majelis Qosidah dan Marhaban (MAQOM) Kota Tanjungbalai masa bakti 2026–2030. Dalam kesempatan itu, Fadly menegaskan keberadaan MAQOM menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat identitas religius serta melestarikan budaya Islam Melayu di Kota Tanjungbalai.

Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Tanjungbalai, Kamis (30/7/2026), dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Muhammad Fadly Abdina menyampaikan salam dari Wali Kota Tanjungbalai sekaligus mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.

Baca Juga:

Ia berharap amanah yang diemban dapat menjadi bentuk pengabdian kepada agama, masyarakat, dan daerah serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kota Tanjungbalai.

"Menjadi pengurus MAQOM bukan hanya menjalankan organisasi, tetapi juga menjaga syiar Islam, melestarikan seni budaya Islami, membangun karakter masyarakat, serta memperkuat identitas religius Kota Tanjungbalai," ujar Fadly.

Menurutnya, tradisi qasidah dan marhaban telah menjadi bagian dari sejarah panjang peradaban Islam. Salah satu qasidah yang paling dikenal, yakni Thala'al Badru 'Alaina, dilantunkan masyarakat Madinah saat menyambut hijrah Nabi Muhammad SAW dan menjadi simbol kecintaan kepada Rasulullah.

Tradisi tersebut kemudian berkembang di berbagai negara Islam, termasuk Indonesia, dan hingga kini masih hidup dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun adat masyarakat Melayu.

Fadly menjelaskan lantunan qasidah dan marhaban kerap hadir dalam acara aqiqah, khitanan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mikraj, Tahun Baru Islam, penyambutan tamu kehormatan, hingga kegiatan di masjid, surau, dan majelis taklim.

Ia menilai tradisi tersebut bukan sekadar seni religi, tetapi juga menjadi media pendidikan akhlak, pewarisan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda, serta benteng budaya yang mampu menjaga jati diri masyarakat dari pengaruh negatif.

Fadly juga mengaitkan peran MAQOM dengan visi pembangunan Kota Tanjungbalai periode 2025–2030 yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan kualitas sumber daya manusia, nilai religius, budaya Melayu, tata kelola pemerintahan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Karena itu, menurutnya, MAQOM memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun karakter masyarakat melalui dakwah yang sejuk, pelestarian budaya Islam Melayu, serta pembinaan generasi muda.

"Kami berharap kegiatan MAQOM tidak hanya sebatas perlombaan atau seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan pembinaan yang menyentuh keluarga, sekolah, masjid, majelis taklim, hingga ruang-ruang publik," katanya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi Maqom, Dorong Sinergi untuk Tanjungbalai EMAS
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru