BREAKING NEWS
Selasa, 11 Agustus 2026

Jemput Bola ke Nias, Sumut Kebut Pembangunan Jalan hingga Pelabuhan di Daerah 3T

Abyadi Siregar - Selasa, 11 Agustus 2026 15:19 WIB
Jemput Bola ke Nias, Sumut Kebut Pembangunan Jalan hingga Pelabuhan di Daerah 3T
Pemprov Sumut mempercepat pembangunan di empat kabupaten di Kepulauan Nias yang masih masuk kategori daerah 3T, dalam Dialog Interaktif dalam rangka memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI Provinsi Sumut 2026 yang disiarkan RRI Medan, Selasa (11/
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat pembangunan di empat kabupaten di Kepulauan Nias yang masih masuk kategori daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Percepatan dilakukan melalui sejumlah program prioritas, termasuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Proyek Strategis Daerah (PSD).

Komitmen tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung dalam Dialog Interaktif dalam rangka memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI Provinsi Sumut 2026 yang disiarkan RRI Medan, Selasa (11/8/2026).

Dialog tersebut mengangkat tema "Membangun Sumatera Utara dari Daerah 3T untuk Mencapai Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Kegiatan juga menghadirkan Ketua DHD BPK 45 Sumut Mayjen TNI (Purn) M Hasyim.

Baca Juga:

Basarin mengatakan percepatan pembangunan di empat kabupaten di Kepulauan Nias dilakukan dengan kehadiran Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Gubernur Sumut Surya yang berkantor di wilayah Kepulauan Nias.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi terobosan untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus mendengar langsung kondisi dan aspirasi masyarakat maupun pemerintah daerah.

"Artinya menjemput bola, supaya apa-apa yang terjadi, fenomena, fakta-fakta, data-data yang ada di lapangan bisa dirumuskan menjadi kebijakan yang sesungguhnya dibutuhkan oleh masyarakat," kata Basarin.

Dia menyebut masih terdapat empat kabupaten di Sumut yang masuk kategori daerah tertinggal. Karena itu, diperlukan akselerasi pembangunan untuk mengejar ketertinggalan di wilayah tersebut.

Basarin memaparkan sejumlah program prioritas Pemprov Sumut yang telah dan akan dijalankan di Kepulauan Nias. Salah satunya melalui PHTC, seperti Program Berobat Gratis (Probis) serta penyediaan akses internet di ruang publik dan sekolah melalui program Digitalisasi Pelayanan Publik (CERDAS).

Pemprov Sumut juga menjalankan program Infrastruktur Strategis Terintegrasi (INSTANSI). Program tersebut mencakup pembangunan jalan, jembatan hingga peningkatan konektivitas wilayah yang masih terisolir.

Sejumlah ruas jalan yang menjadi perhatian antara lain jalur Nias Selatan-Nias Barat, koridor Dola dan Duria, serta Opiatumbeherua di wilayah Nias Selatan dan Nias Barat.

Selain pembangunan konektivitas darat, Pemprov Sumut juga mengkaji pembangunan pelabuhan terpadu di Kepulauan Nias.

"Untuk tahun depan, saat ini sedang dilakukan kajian pembangunan pelabuhan terpadu. Diharapkan di tahun berikutnya akan dilakukan pembangunan fisik. Gubernur berencana untuk membangun pelabuhan dan gudang-gudang logistik," ujar Basarin.

Menurutnya, pembangunan pelabuhan dan gudang logistik diharapkan dapat meningkatkan konektivitas pelayaran serta menekan biaya distribusi barang ke Kepulauan Nias.

Untuk program PSD, Pemprov Sumut juga melakukan pembangunan infrastruktur pendukung seperti talud, turap dan dinding penahan tanah di sejumlah ruas jalan.

Di sektor kesehatan, pemerintah juga meningkatkan fungsi sejumlah puskesmas untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dua puskesmas, masing-masing di Mandrehe, Nias Barat dan Lahewa, Nias Utara, akan ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap.

Basarin mengatakan peningkatan tersebut diperlukan karena saat ini hanya ada satu rumah sakit yang operasional di Gunungsitoli.

"Karena hanya ada satu rumah sakit yang operasional saat ini di Gunung Sitoli. Maka supaya aksesnya lebih dekat dan bisa memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Dua puskesmas ini sedang proses pembangunan dan nantinya dilengkapi dokter spesialis," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DHD BPK 45 Sumut Mayjen TNI (Purn) M Hasyim menilai program Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut berkantor di Kepulauan Nias menjadi salah satu upaya mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat.

Menurut Hasyim, pendekatan langsung ke wilayah Kepulauan Nias juga dapat memperkuat semangat persatuan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.

Dia mengatakan pihaknya turut berkolaborasi dengan siswa SMA dan pemuda di Kepulauan Nias melalui berbagai kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan.

Hasyim mengingatkan generasi muda agar terus menjaga semangat perjuangan yang menjadi bagian dari sejarah kemerdekaan Indonesia.

"Pada tahun 2026 di Kepulauan Nias, sasaran kita membina wawasan kebangsaan pada anak-anak SMA dan pemuda-pemuda yang ada di Nias. Kami melihat program gubernur sangat baik dan kami sangat mendukung program ini," pungkasnya.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tak Tunggu Laporan, Bobby Nasution Turun Langsung ke Nias dan Eksekusi Masalah Warga
Kembali Berkantor di Nias, Wagub Surya Kawal Pembangunan Infrastruktur hingga Layanan Publik
Prihatin 43 Mahasiswa Berhenti Kuliah karena Biaya, Bobby Nasution Siapkan Beasiswa di Poltekkes Gunungsitoli
HUT Ke-1 Partai Rakyat Indonesia Meriah, DPD PRI Sumut Siap Hadapi Pemilu 2029
Untuk Pertama Kali! AI Kini Bisa Merancang Virus Biologis yang Benar-Benar Hidup
BKP 2027 Dikebut, Bobby Nasution Minta Kepala Daerah Kepulauan Nias Segera Ajukan Program
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru