BREAKING NEWS
Senin, 02 Februari 2026

ASN Kota Bekasi Minta Pemulihan Nama Baik Usai Viral Protes Ibadah

BITVonline.com - Jumat, 27 September 2024 05:13 WIB
ASN Kota Bekasi Minta Pemulihan Nama Baik Usai Viral Protes Ibadah
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BEKASI – Masriwati, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bekasi, yang baru-baru ini viral akibat protesnya terhadap kegiatan ibadah tetangga, kini meminta pemulihan nama baik. Ia berharap insiden tersebut tidak akan terulang di masa mendatang, dan mengajak semua pihak untuk menjaga suasana toleransi di lingkungan masyarakat.

Dalam penjelasannya, Masriwati mengungkapkan keinginannya agar Pendeta Maria dan para pengurus rumah ibadah dapat lebih mengontrol anggota komunitas mereka. Hal ini penting, menurutnya, untuk memberikan pemahaman bahwa ia bukanlah orang yang intoleran. “Selama ini kami sudah hidup bertetangga dan rukun bersama. Saya ingin ibu Maria bisa mengontrol anggotanya atau siapapun, bahwa saya bukan intoleran,” ujarnya, mengungkapkan rasa harapannya agar kebersamaan dapat terjaga.

Pendeta Maria, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa Kota Bekasi adalah kota yang toleran dan damai. “Saya memohon maaf atas peristiwa yang sudah terjadi, yang membooming di media sosial. Kota Bekasi bukanlah kota intoleran,” tegas Maria.

Kejadian ini bermula ketika video yang menunjukkan Masriwati mengamuk dan melarang umat Kristiani untuk beribadah viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut memicu berbagai reaksi di kalangan masyarakat, dengan banyak yang menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk intoleransi. Situasi ini memicu perdebatan tentang toleransi beragama di Kota Bekasi, yang dikenal sebagai kawasan dengan keragaman budaya dan agama.

Sebagai respon terhadap insiden tersebut, Masriwati berharap bahwa semua pihak dapat mengambil pelajaran untuk membangun hubungan yang lebih baik antarumat beragama. “Semoga ke depan, kita bisa hidup lebih harmonis dan saling menghormati satu sama lain. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Dengan pernyataan dari Masriwati dan Pendeta Maria, diharapkan situasi serupa tidak akan terjadi lagi dan Kota Bekasi dapat terus menjadi contoh kota yang menghargai keragaman dan toleransi antarumat beragama.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru