BREAKING NEWS
Kamis, 26 Februari 2026

Jusuf Hamka: Pimpinan Golkar Harus Dipegang Orang Baik, Bukan Karbitan

BITVonline.com - Senin, 12 Agustus 2024 07:33 WIB
Jusuf Hamka: Pimpinan Golkar Harus Dipegang Orang Baik, Bukan Karbitan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA  –Partai Golkar tengah menghadapi pergeseran besar dalam kepemimpinannya setelah Ketua Umum (Ketum) Airlangga Hartarto memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Keputusan ini memicu proses pencarian pemimpin baru yang akan dilaksanakan melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Sejumlah nama mulai muncul sebagai calon potensial, termasuk Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, dan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

Jusuf Hamka, yang juga baru-baru ini mundur dari Golkar, memberikan pesan penting terkait pemilihan ketum baru. Menurutnya, Golkar yang merupakan partai besar dan bersejarah harus dipimpin oleh individu yang berkualitas. “Siapa pun putra putri bangsa yang terbaik silakan memimpin Golkar. Karena Golkar partai besar, bukan partai karbitan, tentunya harus dipegang oleh orang-orang yang baik,” ujar Jusuf Hamka dalam pernyataan resmi dari DPP Partai Golkar, Senin (12/8/2024).

Kepindahan Airlangga Hartarto menimbulkan sejumlah spekulasi mengenai calon penggantinya. Isu yang berkembang mencakup dukungan terhadap Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo, sebagai calon ketum Golkar. Ada juga rumor mengenai kemungkinan Presiden Jokowi menjadi Dewan Pembina Golkar. Mengenai isu-isu tersebut, Jusuf Hamka menyerahkan keputusan kepada para senior Golkar yang lebih paham tentang aturan dan prosedur partai. “Tanya sesepuh yang lebih mengerti aturan SOP ini. Saya nggak ngerti. Saya ini kan cuma kader yang memang sudah lama,” ujar Hamka.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Golkar Bidang Pemenangan Pemilu, Ahmad Doli Kurnia, memilih untuk tidak membahas kemungkinan Bahlil Lahadalia sebagai calon ketum. Menurut Doli, prioritas saat ini adalah memastikan fokus partai tetap pada Pilkada yang akan datang, dan tidak ingin proses pengunduran diri Airlangga mengganggu konsentrasi partai. “Jangan sampai pengunduran diri Pak Airlangga ini mengganggu konsentrasi Partai Golkar menghadapi Pilkada,” kata Doli di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (11/8/2024).

Doli juga mengungkapkan bahwa rapat pleno akan segera digelar untuk mengesahkan pengunduran diri Airlangga secara resmi. “Walaupun Pak Airlangga sudah menyarankan pengunduran diri tapi pengunduran diri itu harus dilegitimasi, harus disahkan dalam rapat pleno yang Insyaallah paling lama mudah-mudahan Selasa,” tambah Doli.

Dengan dinamika politik yang terus berkembang, Golkar kini berada di persimpangan jalan penting yang akan menentukan arah masa depannya. Musyawarah Nasional Luar Biasa yang akan datang akan menjadi momen krusial dalam menentukan pemimpin baru yang diharapkan dapat membawa partai kembali ke jalur sukses dan stabilitas politik.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru