Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA -Di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, hari Selasa (2/4/2024), perbincangan tentang perubahan sikap politik Prabowo Subianto menjadi sorotan. Tim Ganjar Pranowo-Mahfud Md menghadirkan ahli psikologi sosial, Risa Permana Deli, untuk memberikan keterangan terkait hal ini.
Dalam kesaksiannya, Risa Permana Deli membahas perubahan sikap Prabowo Subianto dari yang awalnya bersikap agresif menjadi lebih tenang setelah bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo pada tahun 2019. Risa menyoroti perubahan sikap ini dengan mengacu pada sejarah politik Prabowo pada Pilpres 2014 dan 2019.
“Sikap Prabowo yang dulunya sangat agresif, terutama saat menjadi kandidat Presiden pada Pilpres 2014 dan 2019, mulai berubah setelah bergabung dengan pemerintahan Jokowi pada tahun 2019,” ujar Risa.
Menurutnya, Prabowo kehilangan naluri berkuasa yang agresif setelah bergabung dengan pemerintahan Jokowi. Selama lima tahun, agresivitasnya seperti dijinakkan, dan Prabowo terlihat lebih santai dalam berpolitik.
“Perubahan sikap ini terlihat dari berbagai tindakan Prabowo, seperti ikut blusukan dan berjoget saat kampanye. Bahkan ketika diserang dalam debat presiden, Prabowo tidak merespons secara agresif,” tambahnya.
Risa juga menyoroti pernyataan Prabowo tentang ‘Mas Anies’ dalam debat Pilpres 2024, yang menurutnya mencerminkan bahwa masyarakat menginginkan pemimpin yang lebih ‘cool’ dan tidak terlalu cerdas dalam berpolitik.
“Sikap tenang dan senang berjoget Prabowo menggambarkan bahwa masyarakat tidak perlu pemimpin yang terlalu cerdas dalam berpolitik. Mereka lebih menghargai pemimpin yang ‘cool’,” ujarnya.
Analisis Risa Permana Deli ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang perubahan sikap politik Prabowo Subianto dan dampaknya terhadap persepsi masyarakat. Dengan demikian, penting bagi publik untuk memahami dinamika politik dan psikologi yang memengaruhi perilaku para pemimpin politik.
(K/09)
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL