JAKARTA – Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menjadi perbincangan dalam sebuah film dokumenter yang berjudul ‘Dirty Vote’, yang menyoroti dugaan kecurangan dalam Pemilihan Umum 2024. Dalam konteks ini, Bey Machmudin memberikan respons terhadap penyebutan namanya dalam film tersebut.
Meski namanya disebut dalam film dokumenter tersebut, Bey Machmudin menegaskan bahwa ia tidak memiliki keterlibatan dalam upaya-upaya yang bersifat partisan dalam Pemilu 2024. Dengan tegas, ia membantah bahwa dirinya terlibat dalam praktek kecurangan atau melakukan tindakan yang memihak pada salah satu kubu dalam proses pemilihan tersebut.
Lebih lanjut, Bey Machmudin juga menolak anggapan bahwa penunjukan dirinya sebagai Penjabat Gubernur Jabar dilakukan dengan motif untuk memenangkan salah satu kubu atau memihak pada kepentingan tertentu. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan tugasnya sebagai Pj Gubernur Jabar didasarkan pada prinsip-prinsip integritas, netralitas, dan keadilan dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Dalam konteks penolakan ini, Bey Machmudin menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan demi kepentingan masyarakat Jawa Barat secara menyeluruh. Dengan demikian, ia menegaskan bahwa segala tindakan dan keputusan yang diambilnya sebagai Pj Gubernur Jabar didasarkan pada prinsip kejujuran, transparansi, dan kesetaraan bagi semua pihak.
Bey Machmudin juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dan kredibilitas dalam pelaksanaan proses demokrasi, termasuk dalam konteks Pemilu 2024. Sebagai pejabat publik, ia menyatakan komitmen untuk mendukung proses demokrasi yang bersih dan adil, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi dan supremasi hukum dalam setiap langkah yang diambilnya.
Dengan penegasan ini, Bey Machmudin berupaya memastikan bahwa perannya sebagai Pj Gubernur Jabar tidak terlibat dalam praktek-praktek yang melanggar etika dan prinsip-prinsip demokrasi, serta bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di Jawa Barat.
Melalui respons ini, Bey Machmudin berharap dapat memberikan klarifikasi yang memadai terkait penyebutan namanya dalam film dokumenter ‘Dirty Vote’, serta menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan netralitas dalam menjalankan tugasnya sebagai Pj Gubernur Jabar.
(A/08)
Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin Bantah Keterlibatan dalam ‘Dirty Vote’