Ketika Negarawan Gagal Menjaga Lidah di Negeri Majemuk
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA – Anies Baswedan, calon presiden nomor urut 1, telah mengungkapkan niatnya untuk membentuk Kementerian Kebudayaan yang terpisah dari Kementerian Pendidikan, jika terpilih menjadi presiden. Alasan di balik keputusan tersebut adalah untuk memastikan bahwa kebudayaan mendapatkan perhatian yang layak dan menjadi fokus utama dalam pembangunan negara.
Pengalaman Anies saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta telah membuka matanya terhadap pentingnya perhatian khusus terhadap kebudayaan. Dalam pengalamannya, ia menyaksikan bahwa Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata terpisah menjadi dua instansi yang berbeda di Jakarta. Hal ini memberikan gambaran bahwa kebudayaan seringkali terabaikan dan tidak mendapatkan perhatian yang seharusnya di dalam administrasi pemerintahan.
Indonesia, dengan kekayaan budayanya yang luar biasa, memerlukan upaya konkret untuk melindungi, mempromosikan, dan mengembangkan warisan budaya tersebut. Namun, Anies menyadari bahwa dalam struktur pemerintahan saat ini, perhatian terhadap kebudayaan sering kali tersisihkan oleh fokus pada permasalahan pendidikan.
Dengan adanya Kementerian Kebudayaan yang berdiri sendiri, Anies percaya bahwa kebudayaan akan mendapatkan perhatian yang lebih baik. Selain itu, kementerian tersebut juga akan menjadi fasilitator bagi seluruh kegiatan kebudayaan di Indonesia, memberikan dukungan yang diperlukan bagi para budayawan dan pelaku seni untuk terus berkembang dan berkarya.
Rencana Anies ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk rivalnya dalam Pilpres 2024, Prabowo Subianto, yang juga menunjukkan dukungannya terhadap ide tersebut. Dengan demikian, rencana ini bukan hanya menjadi wacana, tetapi juga mencerminkan kebutuhan akan perhatian serius terhadap kebudayaan sebagai salah satu aset terbesar Indonesia dalam membangun identitas dan memajukan bangsa.
(A/08)
OlehRuben Cornelius SiagianDI republik yang dibangun di atas luka sejarah, katakata seorang tokoh bangsa tidak pernah netral. Ia bisa mene
OPINI
JAKARTA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Pemuda Ka&039bah (GPK) Imam Fauzan A. Uskara membantah tudingan adanya pemecatan massal ratusan pengurus Dewa
POLITIK
JAKARTA PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawa
NASIONAL
JAKARTA Politikus PAN Surya Utama alias Uya Kuya melaporkan dugaan penyebaran berita bohong yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya. Lap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Google dilaporkan menggandeng perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk memperkuat pengembangan kacamata pintar berbasis Android
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian seluruh berkas layanan pertanaha
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), Kamser Maroloan Sitanggang, menyampaikan surat terbuka kepada Komisi III
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gelombang kejahatan penipuan atau scam di sektor keuangan digital kian mengkhawatirkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat to
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepenting
POLITIK