BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

PDIP Laporkan Dugaan Kecurangan Kubu Bobby Nasution di Pilgub Sumut ke Bawaslu

BITVonline.com - Jumat, 29 November 2024 04:03 WIB
PDIP Laporkan Dugaan Kecurangan Kubu Bobby Nasution di Pilgub Sumut ke Bawaslu
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUMUT -Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Djarot Saeful Hidayat, mengungkapkan dugaan kecurangan yang dilakukan kubu Bobby Nasution dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) 2024. PDIP berencana melaporkan dugaan pelanggaran ini kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Djarot menyebutkan sejumlah modus yang diduga dilakukan untuk memenangkan pasangan calon (paslon) Bobby Nasution-Surya, termasuk pemanfaatan aparat, bantuan sosial (bansos), dan Penjabat (PJ) Kepala Daerah di tingkat desa.

“Berbagai macam cara dilakukan untuk memenangkan Bobby Nasution melalui kecurangan-kecurangan yang melibatkan partai coklat (parcok), bansos, dan PJ di daerah-daerah,” kata Djarot dalam konferensi pers di kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat (29/11/2024).

Menurut Djarot, ada laporan tentang intimidasi yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap pemerintah desa di Sumut untuk mendukung paslon Bobby-Surya. Bahkan, ia menuding adanya keterlibatan oknum di tingkat polsek untuk mengamankan suara.

“Saya bertemu dengan beberapa orang desa yang mengaku diintimidasi. Mereka diminta menjadi tim sukses. Namun, mereka takut bersaksi karena merasa diincar dan dicari kesalahannya,” ungkap Djarot.

Ia menambahkan, beberapa pihak yang mengetahui praktik ini takut berbicara lantaran khawatir akan terkena sanksi terkait pemerintahan atau anggaran desa.

PDIP di Sumut dikabarkan telah mengumpulkan sejumlah bukti terkait dugaan pelanggaran ini, termasuk video, rekaman, dan dokumen tertulis. Bukti-bukti tersebut akan diserahkan kepada Bawaslu untuk ditindaklanjuti.

“Teman-teman di Sumut sudah mengumpulkan bukti-bukti. Nantinya, semua akan dilaporkan ke Bawaslu,” jelas Djarot.

Namun, ia menyebutkan kekhawatirannya bahwa laporan tersebut akan diabaikan, karena adanya dugaan oknum penyelenggara Pemilu yang tidak netral.

Djarot juga menyoroti nilai-nilai demokrasi yang menurutnya tidak dijalankan dengan baik dalam Pilgub Sumut. Ia menegaskan bahwa kemenangan dalam demokrasi harus diraih melalui cara yang etis dan bermoral.

“Proses demokrasi bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana nilai-nilai demokrasi dan norma negara dijalankan. Apakah dalam memenangkan pasangan calon tertentu, masih ada etika dan moral?” ujarnya.

Sementara itu, hasil hitung cepat (quick count) menunjukkan Bobby Nasution-Surya unggul signifikan atas Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala. Berdasarkan data dari Indikator Politik Indonesia, Bobby-Surya meraih 62,71 persen suara, sedangkan Edy-Hasan hanya mendapatkan 37,29 persen.

Meski hasil quick count menunjukkan keunggulan Bobby-Surya, PDIP berharap Bawaslu menindaklanjuti laporan ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru