BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Taj Yasin Janjikan Daging Halal dan Higienis di Jawa Tengah

Redaksi - Minggu, 10 November 2024 14:52 WIB
Taj Yasin Janjikan Daging Halal dan Higienis di Jawa Tengah
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Pada debat Cagub dan Cawagub Jawa Tengah (Jateng) yang berlangsung pada Minggu (10/11/2024), isu penting mengenai kehalalan dan kualitas daging dari rumah pemotongan hewan (RPH) turut menjadi perhatian. Cawagub Jateng, Taj Yasin, menanggapi pertanyaan terkait daging halal dengan menjanjikan kepada masyarakat Jateng bahwa daging yang dihasilkan di provinsi ini tidak hanya halal, namun juga higienis.

Pernyataan ini diawali oleh Cawagub Jateng nomor urut 1, Hendrar Prihadi (Hendi), yang menekankan pentingnya pelatihan dan sertifikasi RPH untuk memastikan daging sapi yang dihasilkan sesuai dengan standar kehalalan bagi umat Muslim. Hendi mengungkapkan pentingnya pelatihan untuk juru sembelih dan petugas RPH agar proses pemotongan hewan dilakukan dengan cara yang sah secara syariat Islam.

“Perlu diadakan pelatihan-pelatihan terutama di sektor tempat RPH tersebut, rumah pemotongan hewan, supaya daging sapi yang dihasilkan bisa menjadi daging sapi yang halal buat umat Muslim,” ujar Hendi dalam debat.

Menanggapi pernyataan tersebut, Cawagub Taj Yasin, yang juga merupakan Wakil Gubernur Jateng periode 2018-2023, menjelaskan bahwa Semarang sudah memiliki RPH, meski hingga saat ini belum tersertifikasi halal. Taj Yasin menyebutkan bahwa pemerintahan provinsi akan mendorong pengembangan RPH yang tersertifikasi halal dan mendukung ekonomi syariah di Jateng.

“Saat ini, RPH di Kota Semarang memang belum memiliki sertifikasi halal. Tapi, kami ingin memastikan bahwa Jateng mendukung pertumbuhan ekonomi syariah. Kami akan mendorong agar RPH-RPH di provinsi ini bisa mendapatkan sertifikasi halal,” jelas Taj Yasin.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga menyampaikan bahwa sejak lima tahun yang lalu, pihaknya telah menginisiasi pelatihan bagi masyarakat untuk menjadi juru sembelih halal. Pelatihan yang dikenal dengan nama “Kang Jalal” ini bertujuan untuk memastikan proses pemotongan hewan dilakukan sesuai dengan tuntunan agama.

“Sejak 5 tahun yang lalu, kami sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat, khususnya juru sembelih, agar mereka tahu bagaimana cara memotong hewan dengan cara yang halal. Kami ingin memastikan tidak hanya kehalalan daging, tetapi juga kualitas dan higienitasnya,” ungkap Taj Yasin.

Taj Yasin menekankan bahwa di tengah pandemi Covid-19, kebutuhan akan makanan yang higienis semakin penting. Oleh karena itu, selain memastikan kehalalan, kualitas kebersihan dan keamanan pangan juga menjadi prioritas utama.

“Sejak pandemi, masyarakat semakin peduli dengan kebersihan dan kualitas makanan yang mereka konsumsi. Kami pastikan bahwa daging dari Jawa Tengah ini bukan hanya halal, tetapi juga higienis,” tambahnya.

Pernyataan Taj Yasin ini disambut positif oleh banyak masyarakat yang mendengarkan debat tersebut, mengingat kepercayaan akan produk halal dan berkualitas merupakan salah satu prioritas bagi warga Muslim di Jawa Tengah. Program ini juga sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan makanan yang aman bagi masyarakat Jateng.

Sementara itu, meskipun Hendi dan Taj Yasin memiliki pandangan yang sedikit berbeda mengenai langkah-langkah teknis yang harus diambil, keduanya sepakat bahwa keberadaan RPH yang halal dan higienis adalah kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. (JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru