Pihak SPPG Bantah Isu Balita Terlindas Mobil MBG di Indramayu, Ini Penjelasannya
INDRAMAYU Seorang balita berinisial AZH di Kabupaten Indramayu sempat dilaporkan terlindas kendaraan operasional Makan Bergizi Gratis (M
PERISTIWA
DELI SERDANG -Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan (AMPK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Deli Serdang, Rabu (16/4/2025).
Para demonstran yang datang menggunakan mobil pikap dan sepeda motor ini menuntut agar pihak Disdik segera menghentikan berbagai bentuk pungutan liar (pungli) yang diduga terjadi di sejumlah sekolah di wilayah Deli Serdang.
Ketua Umum AMPK, J Hutabarat, yang memimpin aksi, dalam orasinya mengungkapkan beberapa masalah terkait pungli di sekolah.
Di antaranya adalah biaya wisuda yang mencapai Rp1,2 juta per siswa di tingkat taman kanak-kanak, kutipan kelulusan di tingkat SD dan SMP, serta biaya masuk sekolah yang harus dibayar oleh orang tua murid.
Hutabarat juga menyoroti kewajiban pembelian simbol seragam sekolah senilai Rp60 ribu, serta baju olahraga dan seragam lainnya yang harus dibeli melalui pihak sekolah, yang diduga bekerja sama dengan vendor tertentu.
Selain itu, ia mengkritik pungutan infak harian sebesar Rp2.000 per siswa yang tidak dikembalikan setelah siswa tamat sekolah.
"Setelah siswa tamat sekolah, uang infak harian sebesar Rp2.000 itu tidak dikembalikan kepada orang tua murid. Kami juga menyoroti pemotongan Dana BOS yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pendidikan, tetapi justru dimanfaatkan untuk proyek pengadaan buku yang terkesan hanya ganti kulit semata," ujar Hutabarat dalam orasinya.
AMPK juga mengungkap adanya dugaan pungutan uang dalam proses pengangkatan kepala sekolah, dengan nilai yang bervariasi mulai dari Rp30 juta hingga Rp80 juta.
Hutabarat menegaskan bahwa pungli di sekolah harus dihentikan, dan meminta agar sekolah tidak menjadi "ladang pungli" yang merugikan orang tua murid.
Aksi sempat memanas ketika Kasubbag Umum Dinas Pendidikan, Sri Hartati Sitompul, yang berada di balik pagar kantor, terus menyela orasi massa.
Insiden tersebut hampir memicu kericuhan, namun beruntung dapat diredakan oleh pihak kepolisian yang mengamankan jalannya aksi.
Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Deli Serdang, Jumakir, menyatakan bahwa ia akan menyampaikan seluruh tuntutan pengunjuk rasa kepada pimpinan dinas.
Sementara itu, Kabid Pembinaan SD, Samsuar Sinaga, memilih untuk tidak menemui massa dan tetap berada di ruang kerjanya.*
(mi/a008)
INDRAMAYU Seorang balita berinisial AZH di Kabupaten Indramayu sempat dilaporkan terlindas kendaraan operasional Makan Bergizi Gratis (M
PERISTIWA
TOBA PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menegaskan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan progra
NASIONAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket bantuan ke
NASIONAL
BATU BARA Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara yang diwakili Staf Ahli TP PKK, Ny. Leli Syafrizal, menghadiri kegiatan Sepekan Mengejar Imun
KESEHATAN
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran masih bergerak tinggi pada Sabtu (11/4/2026) pagi. Pusat Informasi Ha
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada periode perdagangan 610 April 2026. Bursa Efek Indonesi
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dige
SOSOK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa belasan pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung ke Jakarta usai menjalani pemeriksaa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, menantang Menteri Perumahan dan Kaw
PERISTIWA
JAKARTA Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai inflasi pengamat di tengah derasnya arus opini
NASIONAL