1. Sekolah Rakyat Rintisan – menggunakan gedung eksisting yang dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), termasuk aset Kemensos dan kementerian/lembaga lainnya.
2. Sekolah Rakyat Permanen – gedung baru yang akan dibangun khusus untuk mendukung sistem pendidikan inklusif dan berkelanjutan.
"Dari hasil asesmen Kementerian PU, ada 100 titik gedung layak yang akan menampung sekitar 9.700 siswa. Sebanyak 63 titik akan mulai digunakan pada 14 Juli 2025, sementara sisanya menyusul pada akhir Juli," ujar Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta.
Adapun pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen akan dimulai pada September 2025 dan ditargetkan selesai Juni 2026.
Program ini diharapkan tidak hanya memberi akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia secara merata dan berkeadilan.*