BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Februari 2026

Universitas Aufa Royhan Bangun IPAL Biofilter Anaerob–Aerob, Kampus Siap Jadi Teladan Lingkungan

Ronald Harahap - Kamis, 13 November 2025 15:28 WIB
Universitas Aufa Royhan Bangun IPAL Biofilter Anaerob–Aerob, Kampus Siap Jadi Teladan Lingkungan
Universitas Aufa Royhan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berteknologi biofilter anaerob–aerob. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANGSIDIMPUAN Universitas Aufa Royhan kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berteknologi biofilter anaerobaerob.

Sistem ini memiliki kapasitas 10 meter kubik per hari dan berlokasi di area Klinik Asfah Universitas Aufa Royhan, Kota Padangsidimpuan.

Pembangunan yang dikerjakan oleh CV. MASS Medan ini dimulai pada September 2025, sebagai bagian nyata dari upaya universitas dalam pengelolaan limbah ramah lingkungan.

Baca Juga:

IPAL ini dirancang khusus untuk mengolah air limbah dari kegiatan akademik dan pelayanan kesehatan, mencakup aktivitas sekitar 1.000 mahasiswa dan civitas akademika.

Pembangunan IPAL disaksikan oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Padangsidimpuan, Pak Nanda dan Pak Sugeng, serta dihadiri Ketua Yayasan Universitas Aufa Royhan, Dr. Henniyati Harahap, S.KM., M.Kes., dan Kaprodi Kesehatan Masyarakat, Nurul Hidayah Nst., SKM., MKM.

Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif pengelolaan limbah berkelanjutan di sektor pendidikan.

Dr. Henniyati Harahap menegaskan, pembangunan IPAL merupakan bentuk tanggung jawab universitas terhadap keberlanjutan lingkungan.

"Pengelolaan air limbah penting tidak hanya untuk menjaga kebersihan kampus, tetapi juga sebagai sarana edukasi mahasiswa mengenai sanitasi dan teknologi pengolahan limbah modern," kata Henniyati.

Sistem IPAL Universitas Aufa Royhan menggunakan metode biofilter anaerobaerob dengan media sarang tawon.

Teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan zat organik dalam air limbah secara bertahap, mulai dari tahap tanpa oksigen (anaerob) hingga tahap dengan oksigen (aerob).

Proses ini dikenal efisien, ramah lingkungan, dan menghasilkan air olahan yang memenuhi baku mutu nasional.

CV. MASS Medan menyusun Detail Engineering Design (DED) dengan mengacu pada metode pengolahan air limbah biofilter anaerobaerob yang dikembangkan oleh Kelair BPPT RI, sehingga memastikan sistem dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Dengan selesainya pembangunan IPAL ini, Universitas Aufa Royhan berharap dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Sumatera Utara dalam menerapkan sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Selain mendukung program Kampus Sehat dan Berkelanjutan, IPAL ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya di bidang kesehatan masyarakat dan lingkungan.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Deli Serdang Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Hari Kesehatan Nasional ke-61
Kabupaten Simalungun Peringati HKN ke-61: Wujudkan Generasi Emas Sehat Lewat Transformasi Layanan Kesehatan
TP-PKK Karo Perkuat Sinergi Posyandu, Roswitha Ginting Dorong Layanan Kesehatan Desa Lebih Efektif
Sekda Bali Dewa Indra Ajak Tenaga Kesehatan Tak Henti Belajar Hadapi Dinamika Penyakit Baru
Deli Serdang Raih Penghargaan Nasional Penurunan Stunting, Wapres Gibran: Kuncinya Sinergi Pusat dan Daerah
Satpol PP Padangsidimpuan Lakukan Pendataan Izin Usaha dan Pajak Reklame, Dorong Peningkatan PAD
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru