1. Institut Teknologi Bandung (ITB) Sejarah pendidikanteknik modern di Indonesia dimulai dari pendirian de Technische Hoogeschool te Bandung pada 3 Juli 1920.
Saat itu hanya terdapat satu fakultas, Faculteit van Technische Wetenschap, yang menekankan pada teknik sipil dan konstruksi air.
Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia meresmikan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2 Maret 1959 sebagai penerus perguruan tinggi teknik tersebut.
2. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Fakultas Teknik UNY bermula dari program kursus BI/BII Teknik pada 1956 yang bertujuan meningkatkan kualitas guru dan tenaga teknik di Indonesia.
Kursus ini diadakan di beberapa kota, termasuk Yogyakarta, dengan fokus awal pada bidang mesin dan bangunan.
Program ini kemudian berkembang menjadi cikal bakal Fakultas Teknik di UNY.
3. Universitas Diponegoro (Undip) Akademi Teknik di Semarang didirikan pada 20 Oktober 1958 atas inisiatif para insinyur dan dukungan pemerintah daerah.
Setelah perubahan nama menjadi Universitas Diponegoro pada 9 Januari 1960, Akademi Teknik resmi menjadi Fakultas Teknik pada 15 Oktober 1960, dengan Prof. Ir. Soemarman sebagai dekan pertama.
Jurusan pertama yang dibuka adalah Teknik Sipil.
4. Universitas Brawijaya (UB) Fakultas Teknik UB berdiri pada 23 Oktober 1963 melalui Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 167 Tahun 1963.
Fakultas ini diprakarsai oleh tokoh-tokoh seperti Ir. Iman Soetjipto dan Ir. Soemardi untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik nasional. Dekan pertama fakultas ini adalah Ir. Suryono.
Keempat fakultas teknik ini tidak hanya memiliki sejarah panjang, tetapi juga menjadi pelopor dalam pengembangan pendidikanteknik di Indonesia.
Bagi calon mahasiswa yang ingin meniti karier di bidang teknik, institusi-institusi ini menjadi pilihan utama dengan kualitas akademik yang teruji selama puluhan tahun.*