BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung kembali mengambil langkah progresif dalam kebijakan pendidikan.
Tak hanya mempertahankan sekolah gratis untuk jenjang SD dan SMP, Pemkab Badung kini bersiap menanggung biaya pendidikan siswa SMA padahal kewenangan pengelolaan tingkat SMA berada di tangan Pemerintah Provinsi Bali.
"Untuk anak-anak Badung yang masuk sekolah SMA juga akan kami gratiskan, walaupun itu kewenangan provinsi. Khusus di Badung, kami akan gratiskan," kata Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan tertulis, Senin, 1 Desember 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Adi Arnawa menghadiri upacara di Pura Dalem Desa Banjar Aseman, Abiansemal, Jumat, 28 November 2025.
Menurut dia, kebijakan ini dirancang untuk meringankan beban orang tua sekaligus memastikan tidak ada anak Badung yang tertinggal secara pendidikan akibat faktor biaya.
Alokasi Hampir Rp 50 Miliar: Dari SMA hingga Kuliah S1
Program sekolah gratis jenjang SMA dijadwalkan mulai berjalan pada 2026 dan hanya berlaku bagi siswa yang bersekolah di SMA negeri di wilayah Badung.
Proyeksi anggaran untuk tahun pertama cukup besar. Badan Keuangan Daerah Badung telah menyiapkan skema bantuan:
Beasiswa untuk 7.000 pelajar SMA/sederajat: Rp 36,4 miliar
Beasiswa perguruan tinggi (S1) untuk 450 mahasiswa: Rp 13,5 miliar
Khusus untuk mahasiswa S1, pemerintah memprioritaskan calon penerima beasiswa dari keluarga petani.
"Di tahun 2026 ini kami prioritaskan yang benar-benar anak petani untuk kuliah S1 gratis," ujar Adi Arnawa.