MIK Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo menggelar webinar internasional bertajuk Kecerdasan Buatan dalam Komunikasi, Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Rektor Universitas Moestopo, Muhammad Saefulloh, mengatakan AI kini menjadi elemen penting dalam komunikasi institusional, terutama dalam analisis sentimen publik dan personalisasi pesan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa etika dan kualitas informasi tetap berada di tangan manusia.
"AI sangat membantu dalam membaca opini publik dan mengelola komunikasi secara cepat dan presisi. Namun pengawasan manusia tetap krusial untuk mencegah disinformasi dan bias algoritma," kata Saefulloh dalam paparannya.
Perspektif global disampaikan oleh akademisi dari Malaysia, Prof. Gerald Goh Guan Gan dari Multimedia University dan Wan Mohd Hirwani dari Universiti Kebangsaan Malaysia.
Keduanya menilai AI tidak menggantikan peran manusia, melainkan menjadi mitra strategis dalam komunikasi, pemasaran, dan bisnis.
Menurut mereka, otomatisasi berbasis AI justru mendorong para komunikator untuk beralih ke peran yang lebih kreatif dan strategis dalam menghadapi ekonomi digital berbasis data.
Sementara itu, isu kebijakan dan perlindungan sosial disoroti oleh Karlina Octaviany dari GIZ Indonesia.
Ia mengingatkan risiko penyalahgunaan AI, seperti maraknya konten deepfake dan kekerasan berbasis gender di ruang digital.
Ketua Program Studi MIK FIKOM Universitas Moestopo, Natalina Nilamsari, menyebut webinar ini sebagai kontribusi akademik dalam membantu masyarakat memahami perkembangan teknologi secara kritis dan konstruktif.
"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mengawal pemanfaatan teknologi agar tetap selaras dengan nilai etika dan kepentingan publik," ujarnya.