Program ini dilaksanakan pada Selasa (24/2/2026) dan menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan aktivitas ibadah sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur'an.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang murni berupa kegiatan Ramadhan, kali ini siswa yang beragama Islam membaca Al-Qur'an selama 30 menit sebelum pembelajaran dimulai.
Sementara siswa beragama Nasrani mengikuti program membaca Alkitab. Suasana belajar menjadi lebih hikmat, diwarnai lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan secara bergiliran.
"Pasca mendengarkan alunan ayat suci Al-Qur'an, ada dorongan baru yang menambah semangat belajar di tengah suasana Ramadhan ini," ujar Rifai, salah seorang siswa jurusan Teknik Pengelasan.
Guru senior, Adriadi atau yang akrab disapa Pak Ajo, menambahkan bahwa tadarusan sebelum pembelajaran membawa energi positif bagi seluruh siswa.
"Anak-anak lebih tertib dan suasana belajar menjadi nyaman. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi muatan tambahan di luar bulan Ramadhan agar mereka lebih mencintai Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," kata Pak Ajo.
Kepala SMK N 2 Binjai, Rully Novar, S.Pd., M.Pd., menegaskan kegiatan tadarusan menjadi inovasi untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus meningkatkan kualitas ibadah siswa.
"Alhamdulillah, sebagian besar siswa sudah dapat membaca Al-Qur'an dengan baik. Insya Allah, kegiatan ini akan terus dilanjutkan ke depannya," ujarnya.
Integrasi tadarusan ke dalam kegiatan belajar mengajar ini diharapkan menjadi model pendidikan yang harmonis antara akademik dan nilai spiritual, khususnya di bulan suci Ramadhan.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
SMK N 2 Binjai Integrasikan Tadarusan Al-Qur’an dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Bulan Ramadhan 1447 H