Sebagai umat Katolik, ia aktif dalam pelayanan pastoral di lingkungan TNI-Polri dan merupakan peserta SAGKI 2025. Pada era 1990-an, ia membangun komunitas Karyawan Muda Katolik dan Kelompok Meditasi Keluarga Kudus.
Di balik berbagai jabatan dan aktivitas, Dar Edi tetap memegang prinsip hidup sederhana.
"Hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita capai, tapi seberapa dalam kita memberi," ujarnya. Baginya, pengabdian adalah perjalanan panjang yang dijalani dengan kesunyian, kesetiaan, dan makna.*