Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kesehatan sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis kewirausahaan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari hibah Risetmu batch IX tahun 2025/2026 dengan tema "Pengembangan Inovasi Herbal Tourism Sebagai Produk Relaksasi Pada Destinasi Wisata Nusa" yang dilaksanakan pada Senin (6/4/2026).
"Program ini mendukung pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi untuk relaksasi," ujar Tahara dalam keterangannya.
Produk herbal sauna yang dikembangkan terdiri dari berbagai tanaman lokal, seperti daun kelor, daun salam, jahe, serai, daun pandan, sirih merah, hingga cengkeh. Selain itu, tim juga memberikan pelatihan pengolahan mulai dari pemanenan, pengeringan, hingga pengemasan produk.
Tak hanya itu, masyarakat juga dibekali keterampilan membuat lilin aromaterapi dengan berbagai varian aroma herbal, seperti kopi, lemon, dan pandan.
Program ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga transfer pengetahuan kepada masyarakat, khususnya pengurus Lembaga Pariwisata Nusa (LPN), agar mampu mengelola potensi herbal secara mandiri.
Ketua LPN Gampong Nusa, Nurhayati, menyambut baik program tersebut. Ia berharap pengembangan herbal tourism dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Ke depan, Gampong Nusa diharapkan dapat berkembang menjadi desa wisata berbasis herbal yang menawarkan layanan relaksasi dengan harga terjangkau bagi masyarakat umum.*
(dh)
Editor
: Adam
Unmuha Latih Warga Nusa Olah Tanaman Herbal dan Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai Ekonomi