Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan skema pembelajaran jarak jauh bagi siswa yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut disiapkan jika kondisi asap semakin membahayakan kesehatan masyarakat.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan pembelajaran jarak jauh dapat diterapkan mulai tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Baca Juga:
"Kalau memang sudah dalam tingkat membahayakan, kami akan mencoba membuat skema pembelajaran jarak jauh. Nanti akan kita imbau dari tingkat SD hingga SMA," ujarnya kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Bobby Nasution juga meminta masyarakat di wilayah yang terdampak kabut asap mengurangi aktivitas di luar rumah jika kondisi udara semakin buruk.
Aktivitas yang tidak mendesak, kata dia, sebaiknya ditunda untuk sementara.
"Untuk aktivitas normal di luar rumah, kita anjurkan ditahan. Tetapi aktivitas yang memang tidak bisa terhindarkan di luar rumah kita anjurkan pakai alat tambahan seperti masker," kata politikus Gerindra itu.
Bobby Nasution mengatakan setiap laporan kebakaran yang terjadi di wilayah Sumatera Utara akan terus ditindaklanjuti.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
"Jika ada pembakaran lahan, kami pastikan segera ditindaklanjuti dan dipadamkan. Sosialisasi ke masyarakat terus kami lakukan apabila itu pembakaran atau pembuka lahan," ucapnya.
Kabut asap akibat karhutla saat ini berdampak terhadap sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Pemerintah meminta masyarakat tetap waspada terhadap kondisi udara, terutama ketika asap semakin pekat.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.