"Jemput Bola" ke Medan Wali Kota Tanjungbalai 'Gedor' BBPJN Sumut Bawa Proposal Jalan Rusak
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mendorong percepatan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi kewen
PEMERINTAHAN
MEDAN - Pemerintah Kota (Pemko) Medan menargetkan 1.000 siswa menerima bantuan melalui Program Tebus Ijazah pada 2026. Hingga saat ini, sebanyak 278 siswa dari keluarga kurang mampu telah menerima bantuan untuk melunasi tunggakan biaya pendidikan yang membuat ijazah mereka masih tertahan di sekolah.
Program Tebus Ijazah merupakan salah satu program Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap. Program tersebut ditujukan bagi peserta didik maupun alumni jenjang SD dan SMP/MTs yang telah menyelesaikan pendidikan tetapi belum dapat mengambil ijazah karena terkendala tunggakan biaya pendidikan.
Plt Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Prayogi mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah membantu siswa yang mengalami kendala ekonomi.Baca Juga:
"Program ini merupakan bentuk perhatian Bapak Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas terhadap anak-anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan atau mencari kerja karena ijazahnya tertahan. Ini bagian dari upaya mendorong akses pendidikan yang lebih adil," ujar Prayogi, Jumat (18/9/2026).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, program tersebut menargetkan 1.000 siswa penerima bantuan sepanjang 2026. Dari target itu, 278 siswa telah mendapatkan bantuan untuk menyelesaikan tunggakan pendidikan.
"Kami prioritaskan mereka yang terdata di DTSEN dan nilai tunggakannya tidak lebih dari Rp2,5 juta, sesuai pagu anggaran," jelas Prayogi.
Bantuan diberikan berdasarkan data dan bukti tunggakan yang disampaikan pihak sekolah. Pembayaran mencakup tunggakan SPP maupun biaya pendidikan lainnya dengan nilai maksimal Rp2,5 juta untuk setiap siswa.
Penerima bantuan merupakan lulusan SD, SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dari keluarga tidak mampu yang memenuhi persyaratan program.
Program tersebut masih berjalan sehingga jumlah penerima bantuan diperkirakan akan terus bertambah hingga mencapai target 1.000 siswa pada tahun ini.
Melalui Program Tebus Ijazah, Pemko Medan membantu menyelesaikan kewajiban administrasi pendidikan sehingga para lulusan dapat mengambil ijazah yang menjadi hak mereka.
Ijazah tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya maupun sebagai dokumen persyaratan untuk mencari pekerjaan.* (ds/dh)
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mendorong percepatan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi kewen
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution mengunjungi Gedung PKK Kota Tanjungba
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan menargetkan 1.000 siswa menerima bantuan melalui Program Tebus Ijazah pada 2026. Hingga saat ini, seba
PENDIDIKAN
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui banyak terjadi kasus gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan program Makan Be
KESEHATAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menilai perombakan kabinet atau reshuffle menjelang dua tahun masa pemerintahannya merupakan hal yang lo
POLITIK
SIKKA Penyintas gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih kepada Presi
NASIONAL
JAKARTA DPR RI menyetujui anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp240,2 triliun. Persetujuan tersebut menja
NASIONAL
PAPUA Sejumlah pelajar di Papua menggelar aksi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menyuarakan tuntutan agar pemerintah memberi
PENDIDIKAN
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan sistem belanja bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sistem tersebut
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong mahasiswa politeknik dari berbagai daerah di Indonesia memanfaatkan kampus sebaga
PEMERINTAHAN