Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
DELI SERDANG -Sebuah tragedi yang menyayat hati kembali menghantui warga Deli Serdang, Sumatera Utara, ketika Rafatar Akbar, seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Belawan. Kejadian ini menarik perhatian nasional karena memunculkan keprihatinan akan keselamatan anak-anak saat bermain di sekitar perairan.
Tim search and rescue (SAR) Medan, yang terdiri dari petugas-petugas berpengalaman, bersama tim gabungan, akhirnya menemukan jasad Rafatar sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian. Penemuan ini dilakukan setelah kurang lebih 24 jam pencarian yang intensif sejak laporan korban tenggelam.
Kepala Kantor Basarnas Medan, Mustari, menjelaskan bahwa Rafatar dilaporkan tenggelam saat sedang mandi di sungai bersama teman-temannya pada pagi hari. “Korban diduga terseret arus sungai setelah kelelahan dalam permainannya,” kata Mustari, menjelaskan kronologi kejadian yang mengakibatkan kehilangan nyawa seorang anak yang masih belia ini.
Pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu khusus dan alat-alat modern seperti LCR dan sonar Aqua Eyes untuk mendeteksi keberadaan Rafatar di bawah permukaan air. Upaya pencarian yang dilaksanakan mulai dari sore hingga larut malam, dan dilanjutkan pada hari berikutnya, akhirnya membuahkan hasil tragis ini.
“Informasi dari saksi-saksi awal menunjukkan bahwa kecelakaan terjadi ketika Rafatar bersama teman-temannya menikmati waktu mandi di sungai. Kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak saat bermain di sekitar air,” ungkap Mustari dengan nada serius.
Kejadian ini juga memicu respons dari masyarakat setempat yang prihatin terhadap keselamatan anak-anak di sekitar perairan. Pemerintah daerah dan organisasi kemanusiaan diharapkan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya di sekitar perairan serta memberikan edukasi tentang keselamatan kepada generasi muda.
Tragedi Rafatar Akbar bukan hanya mengejutkan, tetapi juga menjadi peringatan keras akan pentingnya pengawasan dan pencegahan dalam menghindari kecelakaan serupa di masa depan. Semoga keluarga Rafatar dan semua yang terlibat dalam pencarian dapat menemukan kedamaian dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
(N/014)
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL