Makna Spiritual Idul Fitri: Jangan Hanya Pakaian Baru dan Hidangan, Lakukan Muhasabah
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
SURABAYA – Kejahatan tak berperikemanusiaan mencuat ke permukaan ketika bayi berusia 5 hari, Bayi E, menjadi korban kebengisan ayah kandungnya sendiri, R, di Tambak Wedi, Surabaya. Bayi yang seharusnya dilindungi dan diberikan kasih sayang justru harus merasakan kekejaman yang tidak wajar.
Bayi E mengalami luka-luka serius setelah digigit, dipukul, bahkan dibanting oleh sang ayah. Alasan yang diungkapkan sang ibu, Basra N, terungkap dalam percakapan dengan Basra di shelter perlindungan perempuan dan anak di kawasan Tambaksari.
“Dia marah karena menganggap E itu bukan anak kandungnya. Dia juga marah karena uangnya yang untuk beli rokok sering terpakai buat keperluan E, seperti beli popok,” jelas N, dengan nada sedih dan kesal.
N menyampaikan bahwa sang suami, R, sempat meragukan keaslian darah bayi E karena dianggap tidak mirip dengan kakaknya. Namun, hal ini bertolak belakang dengan harapan R saat mengantar N untuk periksa ke Rumah Sakit Umum Haji, yang semoga membawa rejeki baru bagi keluarga.
Namun, situasi keluarga semakin rumit dengan kehilangan pekerjaan R selama 1 bulan terakhir. N mengakui bahwa R telah dipecat dari pekerjaannya sebagai pengantar galon air, dan kini menganggur tanpa pekerjaan tetap.
Selain itu, N juga mengungkap bahwa kekerasan fisik yang dialaminya dari R bukanlah hal baru. Bahkan, N pernah harus masuk IGD setahun lalu karena dipukuli oleh R. Hal ini menunjukkan pola kekerasan yang tidak hanya ditujukan kepada bayi E, tetapi juga pada ibunya sendiri.
Penganiayaan yang terjadi pada bayi E pada hari Kamis (18/4) dini hari di kosan, mencatat kekejaman yang tak terbayangkan dari seorang ayah kandung. N memutuskan untuk menuntut keadilan untuk putra keduanya dan membawa kasus penganiayaan ini ke ranah hukum.
Situasi yang menyedihkan ini juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dan peran hukum dalam menegakkan keadilan bagi korban kekerasan dalam keluarga. Semoga kasus ini mendapat penanganan yang serius dan memberikan pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya kasih sayang dan perlindungan bagi yang lemah.
(N/014)
BANDA ACEH Mudir Pondok Tahfizd Ihya&039ul Qur&039an (PTIQ) Blang Oi, Ustaz Abdurrahim Abu Zubaidah, mengajak umat Islam tidak hanya
AGAMA
BANDA ACEH Ribuan warga Banda Aceh dan sekitarnya memadati jalanjalan protokol kota untuk mengikuti Pawai Takbir Idul Fitri 1447 Hijria
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan masyarakat Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, memad
NASIONAL
MEDAN Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/03/2026), Plaza Medan Fair dipadati pengunjung yang ingin menghabiskan wak
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama warga di Masjid Darussalam, Desa Simpang Empat
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, telah mencapai
NASIONAL
ACEH TAMIANG Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idul Fitri di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026. Kehadiran Pr
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Ribuan warga memadati Masjid Agung Al Abror, Padangsidimpuan, Sumatera Utara, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri, Sabtu
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau dikenal Mualem, membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada warga melalui timnya di Meuligo
NASIONAL
ACEH TAMIANG Menutup bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, bersama Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavi
PEMERINTAHAN