MOJOKERTO -Sebuah kejadian tragis mengguncang Desa Sentono Rejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, ketika seorang remaja berinisial LDA (24) nekat membuang bayinya sendiri di bawah rerimbunan bambu tak jauh dari rumahnya. Bayi perempuan itu selamat dan kini dirawat dengan penuh kasih oleh bidan desa setempat, sementara pelaku masih dalam perawatan di rumah sakit.
Kasus ini menjadi sorotan karena mengungkap sisi kelam dari hubungan terlarang yang tidak direstui oleh orang tua. LDA, dalam usahanya untuk menyembunyikan kehamilannya, melahirkan sendiri di kamar mandi rumahnya. Tindakan nekat ini menunjukkan betapa kuatnya tekanan sosial dan ketidakberdayaan remaja dalam menghadapi konflik keluarga terkait hubungan gelapnya.
Menurut Kapolres Mojokerto, Ihram Kustarto, proses persalinan yang dilakukan LDA dengan ari-ari diikatkan di leher bayi dan kemudian dibuang di belakang rumah tetangga menggambarkan situasi yang mencekam. Tindakan ini merupakan gambaran dari kesedihan yang dalam, dimana hubungan asmara yang dianggap terlarang membawa konsekuensi tragis bagi seorang bayi yang tak bersalah.
Sementara itu, warga desa terkejut ketika menemukan bayi yang dalam keadaan kedinginan tanpa penutup. Keberanian mereka untuk segera memberikan pertolongan kepada bayi tersebut menunjukkan kepedulian dan keberpihakan kepada yang lemah dan tidak berdosa.
Penanganan kasus ini oleh Polres Mojokerto juga menjadi sorotan. Langkah cepat dalam melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku memberikan harapan akan keadilan bagi korban yang masih sangat rentan tersebut. Tidak hanya itu, upaya polisi dalam mengungkap motif dan alasan di balik tindakan pelaku menggambarkan pentingnya pendekatan yang holistik dalam menangani masalah sosial yang kompleks.
Atas perbuatannya, LDA dijerat dengan pasal-pasal berat yang mengatur tindak pidana terhadap anak dan perempuan. Ancaman hukuman di atas lima tahun menjadi cermin dari keputusan tegas hukum terhadap tindakan yang tidak hanya merugikan individu, tetapi juga mencoreng nilai-nilai kemanusiaan.
Kejadian ini juga mengajarkan pentingnya pendekatan edukasi dan perlindungan terhadap remaja, terutama terkait kesehatan reproduksi dan kekerasan dalam hubungan. Masyarakat dan pemerintah setempat diharapkan dapat lebih aktif dalam memberikan pendampingan dan sosialisasi terkait hak-hak serta tanggung jawab dalam menjalin hubungan asmara yang sehat dan bertanggung jawab.
Kisah tragis ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya menghormati nilai-nilai kemanusiaan, menjaga kesehatan mental dan fisik remaja, serta memperkuat sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis bagi semua.
(N/014)
Hubungan Tak Direstui,Ibu Muda Ini Melahirkan Sendiri di Kamar Mandi dan Tega Buang Bayinya