BREAKING NEWS
Rabu, 18 Februari 2026

Panitia acara ceremonial GroundBreaking fly over Tenjo, Larang Wartawan Bogor dan Tangerang Meliput

BITVonline.com - Selasa, 02 April 2024 03:39 WIB
Panitia acara ceremonial GroundBreaking fly over Tenjo, Larang Wartawan Bogor dan Tangerang Meliput
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BOGOR – Sabtu, 30 Maret 2024, di Stasiun Kereta Api Tenjo, kecamatan Tenjo, sebuah acara besar Groundbreaking Flyover yang diselenggarakan oleh Podomoro Land menjadi sorotan karena dugaan pembatasan dan diskriminasi terhadap wartawan, khususnya dari wilayah Tangerang dan Bogor. Para jurnalis yang berusaha meliput acara tersebut mengalami kekecewaan ketika tidak diizinkan masuk ke dalam lokasi acara.

Saat para wartawan dari Tangerang dan Bogor hendak memasuki lokasi acara, mereka dihalangi oleh seseorang yang diduga merupakan bagian dari panitia. “Maaf, tanpa undangan, silakan tunggu di luar area,” ucapnya, meninggalkan para jurnalis dalam kekecewaan dan kebingungan.

Reaksi kekecewaan tak terelakkan, terutama dari salah satu wartawan asal Bogor yang menyuarakan pertanyaan bercampur kesal, “Mengapa kami tidak diizinkan masuk? Bukankah kami memiliki peran yang sama dengan mereka yang ada di dalam?”.

Penjelasan kemudian diberikan oleh dua wanita yang diduga sebagai panitia acara, menyatakan bahwa kuota media telah penuh sejak sore sebelumnya, sehingga para wartawan yang datang tidak bisa diakomodasi dalam acara tersebut.

Meskipun disarankan untuk mengisi absen sebagai tanda kehadiran, hanya lima wartawan yang diperbolehkan masuk sebagai perwakilan. Sementara para wartawan lainnya dari Tangerang dan Bogor terpaksa menunggu di luar area, menyaksikan acara dari kejauhan.

Ketidakprofesionalan terlihat ketika pihak panitia, setelah menyampaikan akan segera kembali, tidak kunjung muncul kembali, meninggalkan para wartawan dengan rasa kekecewaan dan ketidakjelasan. Upaya mencari koordinator acara untuk penjelasan lebih lanjut juga tidak membuahkan hasil.

Kenyataannya, para wartawan yang seharusnya menjadi mitra dalam penyampaian informasi kepada publik, diabaikan dan dilewatkan begitu saja. Kehadiran mereka dianggap kurang penting dan terkesan tidak dihargai oleh pihak penyelenggara.

Acara yang seharusnya menjadi momentum bersama untuk meliput pembangunan infrastruktur penting di wilayah tersebut, berubah menjadi pemandangan kekecewaan dan ketidakpuasan dari pihak media lokal. Diskriminasi seperti ini, baik secara langsung maupun terselubung, tidak seharusnya terjadi dalam sebuah acara yang diselenggarakan di wilayah yang sama dengan keberadaan media yang berperan dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

(AS)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru