Bupati Batu Bara Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah Bersama Bupati Asahan dan Dirut Bank Sumut
ASAHAN Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melaksanakan pertemuan strategis bersama Bupati Asahan dan Direktur Utama Bank
PEMERINTAHAN
JAKARTA SELATAN – Kedamaian sore di kawasan Jakarta Selatan terhenti tiba-tiba oleh tragedi mencekam, ketika dua remaja, Fais dan April, dinyatakan hanyut di aliran Kali Mampang. Mereka tenggelam dalam arus deras saat sedang bermain hujan dan berenang bersama teman-teman sebaya.
Kapolsek Mampang, Kompol David Yunior Kanitero, memberikan kronologi peristiwa yang mengguncang itu. Pada Sabtu (2/3) sekitar pukul 14.00 WIB, ceria dan riang gembira mereka berubah menjadi mimpi buruk yang tak terduga.
Menurut keterangan salah satu saksi, Gaza, yang turut serta dalam permainan itu, semuanya berawal dari keceriaan remaja yang tak menyangka akan berujung pada tragedi. Mereka, bersama enam lainnya, merasa bebas dan bersemangat bermain hujan, memacu adrenalin mereka dengan bermain air di tepian Kali Mampang.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya menjadi kisah pilu. Dua di antara mereka, Fais dan April, yang sebelumnya bahagia berenang bersama empat teman lainnya, tiba-tiba terseret arus. Ketakutan dan kepanikan melanda ketika mereka menyadari bahwa keduanya sudah tidak terlihat lagi di permukaan.
Upaya penyelamatan pun dilakukan oleh teman-teman yang lain, terutama Ramdan yang berusaha keras untuk menyelamatkan mereka. Namun, takdir berkata lain. Meski dengan tekad yang kuat, Ramdan harus menyerah ketika arus yang ganas membawa kedua sahabatnya menjauh.
Sementara itu, di darat, jajaran Polsek Mampang bersama dengan Tim SAR dari BPBD, Damkar, PPSU, dan warga setempat bergerak cepat untuk menyelamatkan Fais dan April. Tidak kenal lelah, mereka menyisir sepanjang aliran Kali Mampang, memeriksa setiap sudut dan celah, berharap menemukan jejak keberadaan kedua remaja yang tak kunjung kembali.
Dalam upaya pencarian yang intensif itu, Tim SAR dan Damkar turut menurunkan dua perahu, meluncur di atas air gelap kali, berharap dapat membawa pulang Fais dan April dengan selamat.
Namun, sementara matahari terbenam dan gelapnya malam mulai menyelimuti, harapan demi harapan masih tergantung di benak setiap orang. Mereka bertekad untuk tidak menyerah, terus mencari, dan berdoa agar tragedi ini berakhir dengan keajaiban. Semua berharap, pada akhirnya, kedua remaja itu akan kembali ke pelukan keluarga mereka, dan cerita tragis ini menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua.
(AS)
ASAHAN Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melaksanakan pertemuan strategis bersama Bupati Asahan dan Direktur Utama Bank
PEMERINTAHAN
LANGKAT Momen Lebaran tahun ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi oleh zuriat Sultan Langkat. Mereka mengunjungi Sekreta
POLITIK
BINJAI Hadyan Haqqul Yaqin Siregar mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Polres Binjai melalui Satuan Reserse Narkoba (Satres Narko
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Ikatan Cendekiawan Muslim seIndonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Aceh menggelar Peusijuek Balee dan Halal Bi Halal (H
AGAMA
MANDAILING NATAL Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, menekankan pentingnya melestarikan tradisi lubuk larangan, yan
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Pengamat energi Komaidi Notonegoro menilai elektrifikasi rumah tangga dan transportasi melalui kompor listrik dan kendaraan list
EKONOMI
JAKARTA Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, berangkat ke Jepang dalam rangka memenuhi undangan Kaisar Naruhito. Kunjungan ini dijadwal
POLITIK
LOS ANGELES Ribuan orang turun ke jalan di pusat kota Los Angeles (LA), Amerika Serikat, dalam aksi protes besarbesaran bertajuk No Ki
INTERNASIONAL
JAKARTA Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7, Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mengaku dibujuk a
POLITIK
AUSTRALIA Warga di barat laut Australia dibuat ngeri ketika langit tibatiba berubah merah darah saat Siklon Narelle menerjang wilayah S
INTERNASIONAL