JAMBI -Banjir yang melanda Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, telah menyebabkan ribuan keramba ikan milik petani rusak, mengakibatkan kerugian material yang mencapai miliaran rupiah. Desa Pematang Jering, Kecamatan Jaluko, Muaro Jambi menjadi salah satu wilayah yang terdampak parah oleh banjir ini.
Banjir yang disebabkan oleh luapan Sungai Batanghari tidak hanya merusak rumah penduduk, tetapi juga menghancurkan ribuan keramba ikan air tawar di desa ini. Petani dilaporkan kehilangan ikan nila dan emas yang sudah siap untuk dipanen akibat derasnya air yang menyapu keramba.
Kerugian finansial petani mencapai miliaran rupiah karena kehilangan ikan yang seharusnya menjadi sumber penghasilan utama mereka. Uang hasil penjualan ikan tersebut biasanya digunakan untuk modal membeli bibit dan pakan ikan untuk siklus berikutnya.
Petani yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku merasa sedih melihat ikan-ikan milik mereka lepas akibat jebolnya keramba. Meski demikian, beberapa keramba masih bertahan di tengah derasnya banjir.
Untuk bisa mengakses keramba yang masih tersisa, petani harus rela menghadapi risiko yang besar dengan menaiki perahu sampan. Namun, hal ini tidaklah mudah karena risiko terbaliknya perahu dan tenggelam akibat derasnya arus air sangat tinggi.
Dari 6.000 keramba yang berada di bantaran Sungai Batanghari di Desa Pematang Jering, sekitar 1.000 di antaranya dilaporkan rusak dan jebol. Pemerintah Desa Pematang Jering menyatakan bahwa selain akibat banjir, kerusakan keramba ikan petani juga disebabkan oleh aktivitas kapal tongkang batu bara.
Banjir yang telah terjadi selama hampir dua bulan terakhir membuat petani ikan keramba di Desa Pematang Jering hanya bisa pasrah. Desa ini dikenal sebagai produsen ikan nila terbesar di Provinsi Jambi.
(K/09)
Rasa Sedih Petani Muaro Jambi, Ikan-Ikan Terlepas Akibat Jebolnya Keramba