BREAKING NEWS
Sabtu, 21 Maret 2026

Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki Meningkat, Badan Geologi Naikkan Status Ke Level IV (Awas)

Redaksi - Kamis, 13 Februari 2025 10:11 WIB
Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki Meningkat, Badan Geologi Naikkan Status Ke Level IV (Awas)
Gunung Lewotobi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

NUSA TENGGARA TIMUR -Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur menjadi Level IV (Awas), setelah terdeteksi mengalami 987 gempa hembusan dalam lebih dari sepekan terakhir. Kenaikan status ini mengindikasikan peningkatan signifikan dalam aktivitas vulkanik yang berpotensi menyebabkan erupsi.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dalam keterangannya pada Kamis (13/2), mengungkapkan bahwa peningkatan kegempaan, termasuk 43 kali gempa letusan, 987 kali gempa hembusan, dan 388 kali gempa harmonik, menunjukkan adanya pergerakan fluida dan pelepasan gas dari magma yang terus bergerak ke arah permukaan. Wafid juga menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan dalam gunung mulai meningkat.

Pada periode 3-13 Februari 2025, Gunung Lewotobi Laki-Laki tercatat mengalami serangkaian aktivitas seismik yang melonjak drastis dibandingkan periode sebelumnya (23-31 Januari 2025). Selama dua minggu tersebut, terdapat sejumlah kejadian gempa letusan, gempa vulkanik dangkal dan dalam, serta gempa tektonik lokal dan jauh.

Badan Geologi juga mendeteksi kemunculan asap kawah yang diakibatkan oleh adanya zona alterasi atau zona lemah. Kawasan ini berpotensi memicu erupsi langsung atau directed blast yang dapat mengarah ke wilayah barat laut hingga timur laut.

Peringatan Waspada untuk Warga dan Wisatawan

Dengan status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki yang telah dinaikkan menjadi Level IV (Awas), masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar aktivitas di sekitar gunung, khususnya dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi dan sektoral barat daya-timur laut sejauh 7 kilometer, dihentikan sementara.

Warga diminta untuk mengikuti setiap panduan yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, termasuk mengantisipasi potensi dampak bencana seperti banjir lahar dingin yang dapat terjadi setelah erupsi, terutama saat hujan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa wilayah-wilayah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote berisiko tinggi terdampak banjir lahar dingin.

Peningkatan Aktivitas Geologi yang Harus Diwaspadai

Menurut Badan Geologi, gempa hembusan yang meningkat dan potensi ledakan yang terjadi akibat zona alterasi menjadi perhatian serius. Pemerintah setempat melalui BPBD juga sudah melakukan persiapan untuk mitigasi bencana, terutama menghadapi potensi bahaya yang dapat muncul akibat peningkatan aktivitas vulkanik tersebut.

Pentingnya Kewaspadaan Masyarakat

Badan Geologi menghimbau agar masyarakat tetap memantau perkembangan informasi terkait aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki dan selalu mengikuti petunjuk dari otoritas setempat. Dengan status Awas yang dikeluarkan, diharapkan tindakan preventif dapat meminimalisir dampak yang lebih besar bagi keselamatan warga dan wisatawan di wilayah Flores Timur.

(at/a)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru