BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Pasangan Australia Kritisi Qatar Airways Usai Duduk Sebelah Mayat dalam Penerbangan Jarak Jauh

Redaksi - Rabu, 26 Februari 2025 15:33 WIB
Pasangan Australia Kritisi Qatar Airways Usai Duduk Sebelah Mayat dalam Penerbangan Jarak Jauh
Pasangan Australia Kritisi Qatar Airways Usai Duduk Sebelah Mayat dalam Penerbangan Jarak Jauh
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MELBOURNE – Pasangan suami-istri asal Australia mengkritik maskapai Qatar Airways setelah mereka dipaksa duduk di sebelah mayat yang terbungkus selimut selama penerbangan jarak jauh. Insiden ini terjadi dalam penerbangan 14 jam dari Melbourne, Australia menuju Doha, Qatar, pekan lalu.

Mitchell Ring, salah satu penumpang, mengungkapkan bahwa seorang penumpang wanita meninggal di tengah penerbangan. Menurut Ring, para awak pesawat berusaha untuk memindahkan jenazah tersebut ke kelas bisnis, namun mereka kesulitan mengangkatnya karena ukuran tubuh penumpang yang cukup besar. Akhirnya, jenazah itu diletakkan di kursi kosong yang berada di sebelah Ring.

"Mereka tampak frustrasi, lalu mereka hanya melihat ke arah saya dan melihat kursi kosong di samping saya," ujar Ring dalam wawancara dengan Nine News Australia. Meskipun ada kursi kosong lainnya di sekitar, Ring dan istrinya, Jennifer Colin, harus duduk di sebelah jenazah tersebut selama empat jam penerbangan menuju Venesia.

Ring menambahkan, dirinya juga harus menunggu di samping jenazah setelah pesawat mendarat hingga petugas ambulans dan polisi tiba untuk menangani jenazah tersebut. "Petugas ambulans mulai menarik selimut dari wanita itu. Itu tidak menyenangkan," ucap Ring.

Pihak Qatar Airways telah mengeluarkan pernyataan resmi, meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat insiden tersebut. "Yang pertama dan terpenting, pikiran kami tertuju pada keluarga penumpang yang meninggal dunia dalam penerbangan kami," kata Qatar Airways.

Meskipun demikian, insiden ini menuai banyak kritik terkait penanganan jenazah selama penerbangan jarak jauh, dan juga bagaimana pihak maskapai menangani situasi tersebut di atas pesawat.

(dc/p)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru