BREAKING NEWS
Jumat, 20 Februari 2026

Band Sukatani Klarifikasi Pemecatan Vokalis Novi Citra Indriati, Sebut Alasan Sepihak

- Sabtu, 01 Maret 2025 16:13 WIB
Band Sukatani Klarifikasi Pemecatan Vokalis Novi Citra Indriati, Sebut Alasan Sepihak
Band Sukatani Klarifikasi Pemecatan Vokalis Novi Citra Indriati, Sebut Alasan Sepihak
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PURBALINGGA – Band Sukatani asal Purbalingga baru-baru ini meluruskan informasi yang beredar terkait pemecatan vokalis mereka, Novi Citra Indriati alias Twister Angel, dari pekerjaannya sebagai guru.

Melalui unggahan di media sosial, Sukatani menegaskan bahwa pemecatan tersebut dilakukan sepihak oleh pihak yayasan tanpa memberikan kesempatan bagi Twister Angel untuk memberikan klarifikasi.

"Di sisi lain, saat ini juga banyak sekali narasi yang simpang siur terkait pemecatan sepihak yang dilakukan oleh pihak yayasan terhadap vokalis Sukatani," tulis Sukatani, dikutip Kompas.com pada Sabtu (1/3/2025).

Sukatani menyatakan bahwa alasan yang diberikan oleh yayasan adalah bahwa Twister Angel termasuk salah satu personel dari Sukatani Band Punk.

Pemecatan tersebut berlangsung tanpa adanya ruang untuk keterangan atau pembelaan dari Twister Angel.

"Kami meluruskan bahwa Twister Angel benar-benar diberhentikan (Pemutusan Hubungan Kerja) secara sepihak oleh yayasan tempatnya mengajar dengan alasan 'Twister Angel termasuk salah satu personel Sukatani Band Punk'," lanjut band ini dalam unggahannya.

Lebih lanjut, Sukatani juga mengungkapkan bahwa dalam surat pemecatan yang diterima, tidak dijelaskan secara rinci apakah keikutsertaan Twister Angel dalam band dianggap sebagai pelanggaran berat.

Sukatani semakin mencuat setelah mereka merilis video permintaan maaf terkait lagu "Bayar Bayar Bayar," yang sempat memicu kontroversi.

Bersamaan dengan itu, lagu tersebut juga ditarik dari berbagai platform musik digital.

Dalam video permintaan maaf tersebut, personel Sukatani tampil tanpa mengenakan topeng, berbeda dari penampilan mereka saat manggung.

Band ini menegaskan bahwa lagu tersebut diciptakan sebagai bentuk kritik terhadap oknum kepolisian yang dianggap melanggar aturan.

Mereka juga meminta pihak lain untuk menghapus lagu tersebut dari berbagai platform.

Sukatani menegaskan bahwa video permintaan maaf itu dibuat secara sukarela dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, mengakui bahwa anggota Direktorat Reserse Siber sempat menemui personel Sukatani untuk meminta penjelasan terkait tujuan pembuatan lagu tersebut, terutama bagian lirik yang menyebutkan "bayar polisi".

Pihak kepolisian, menurut Artanto, membantah adanya intimidasi dalam pertemuan tersebut dan hanya meminta klarifikasi terkait makna dari lirik tersebut.

(km/p)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru