Kejati Sumsel Tahan Dua Eks Direktur Terkait Dugaan Korupsi Distribusi Semen Rp74,3 Miliar
PALEMBANG Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menahan dua mantan direktur perusahaan pelat merah terkait dugaan tindak pidana korupsi dist
HUKUM DAN KRIMINAL
DEPOK - Arus lalu lintas di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, mengalami kemacetan panjang pada pagi hari tadi.
Kemacetan ini disebabkan oleh genangan air yang mengalir deras di sepanjang jalan, yang disebut warga sebagai 'air terjun'.
Menurut laporan dari TMC Polda Metro Jaya, genangan air tersebut berasal dari luapan Kali Pondok Cina yang meluap akibat hujan deras di bagian hulu.
"Imbas tanggul jebol dari luapan Kali Pondok Cina, Depok, lalu lintas di depan Detos, Jalan Margonda, Depok, arah Lenteng Agung Jaksel terpantau padat," kata akun X TMC Polda Metro Jaya.
Setelah melakukan penelusuran, menemukan sumber dari genangan air tersebut. Air yang mengalir deras ke Jalan Margonda ternyata berasal dari sebuah bengkel yang terletak di pinggir kali.
Air meluncur dari bangunan bengkel yang terletak lebih rendah dari permukaan kali, lalu mengalir melalui tangga hingga membanjiri jalan.
Salah satu karyawan bengkel, Herman (59), menjelaskan bahwa air mulai muncul pada pukul 04.00 WIB, akibat sampah yang menyumbat aliran air di sungai.
"Air harus cari jalan keluar. Kita (bengkel) posisinya di sini lebih rendah dari yang lain tanggulnya. Jadi akhirnya airnya keluar dari sini," katanya.
Genangan air ini menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.
Pengendara yang melintasi Jalan Margonda Raya dari arah persimpangan Jalan Juanda harus mengurangi laju kendaraan mereka, yang mengakibatkan antrean kendaraan yang panjang.
Herman juga menegaskan bahwa air yang menggenangi bengkel bukan karena tanggul jebol, melainkan akibat sampah yang menghambat aliran air di kali.
"Ada katanya (PUPR). Katanya kan dilihat tanggul saya jebol, tapi ternyata bukan tanggul jebol, tapi air nggak mengalir karena sampah yang menyumbat," ungkapnya.
Petugas Satgas Banjir Kota Depok kini sedang bekerja keras membersihkan sampah yang mengendap di kali belakang bangunan ruko pinggir Margonda.
Sejumlah petugas terlihat memunguti sampah-sampah yang tersumbat di kali dan gorong-gorong mal sekitar.
Truk berwarna kuning juga terlihat mengangkut sampah-sampah yang diambil dari lokasi banjir.
Hingga pukul 10.30 WIB, genangan air di Jalan Margonda Raya masih terlihat, namun mulai berkurang seiring dengan upaya pembersihan yang dilakukan oleh petugas.
(dc/p)
PALEMBANG Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menahan dua mantan direktur perusahaan pelat merah terkait dugaan tindak pidana korupsi dist
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPANULI SELATAN Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemantau Uang Rakyat (GEMPUR) Tabagsel menggelar aksi unjuk r
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Fonika Affandi, bersama jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan wil
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPTENG Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, meninjau langsung kondisi Sungai Tukka di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tuk
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan serius akibat arus keluar modal asing dan tantangan kredibilitas tata kelola. Ha
EKONOMI
NUNUKAN Kecelakaan fatal terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara setelah sebuah pesawat Pelita Air jenis Air Tractor AT802 jatuh
PERISTIWA
BADUNG Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI melalui sidang isbat pada Kamis (19/2/2026), disambut
NASIONAL
TAPANULI SELATAN Suasana berbeda terasa di penampungan hunian sementara (huntara) Lapangan Sarasi, Marpinggan, pada hari pertama bulan s
NASIONAL
JAKARTA Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap Eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, telah selesai digelar, Kamis (19
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) berinisial ED dikabarkan ditahan oleh Polre
HUKUM DAN KRIMINAL