BREAKING NEWS
Rabu, 27 Mei 2026

Rano Karno: Pengerukan Sungai dan Waduk Sudah Dilakukan, Namun Curah Hujan Tinggi Penyebab Banjir DKI

- Selasa, 04 Maret 2025 11:14 WIB
Rano Karno: Pengerukan Sungai dan Waduk Sudah Dilakukan, Namun Curah Hujan Tinggi Penyebab Banjir DKI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau lokasi dan warga terdampak banjir di Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKSEL -Banjir kembali melanda DKI Jakarta pada Selasa (4/3) pagi, dengan 62 RT dan 4 ruas jalan terdampak hingga pukul 09.00 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sejumlah wilayah, termasuk Lebak Bulus di Jakarta Selatan, terendam air akibat curah hujan yang tinggi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, langsung meninjau lokasi banjir di Lebak Bulus dan berbicara kepada wartawan mengenai langkah-langkah yang telah diambil untuk mengantisipasi bencana ini.

Menurut Rano, pengerukan sungai dan pengurukan waduk telah dilakukan untuk meminimalisir dampak banjir. Namun, ia menyebutkan bahwa curah hujan yang tinggi tetap menjadi faktor utama yang memicu terjadinya banjir. "Kita [telah] lakukan pengerukan sungai.

Pengurukan, apa namanya, waduk-waduk. Karena kita tahu informasi ini. Cuma memang masalah curah hujan, itu semua keputusan Tuhan," ujarnya.

Selain itu, Rano menyatakan bahwa meski banjir sebelumnya hanya terjadi di sekitar sungai Ciliwung, kini dampaknya sudah meluas ke wilayah Depok dan Jakarta Timur. "Sekarang sudah mulai melebar di Depok dan Jakarta Timur.

Ini realita yang kita hadapi. Itulah makanya kita mengantisipasinya," ujarnya.

Rano juga menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta mendapatkan anggaran lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya untuk penanganan banjir. Salah satu prioritas utama adalah pembenahan sungai Ciliwung.

"Dengan anggaran yang cukup besar, kita akan lebih fokus untuk membenahi Ciliwung," katanya, menggarisbawahi pentingnya proyek strategis nasional (PSN) untuk pengendalian banjir.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir, Rano menyarankan agar pemangku kepentingan memperbaiki titik-titik yang sudah terbukti rawan banjir, dibandingkan hanya menunggu perbaikan tanpa melihat akar masalah.

"Kalau kita mau betulin rumah, kita lihat rumah yang bocor. Jangan yang kering," tambahnya.

Sementara itu, warga yang terdampak banjir di beberapa kawasan perumahan seperti IKPN di Jakarta Selatan harus mengatasi kondisi banjir yang merendam jalan dan permukiman. BPBD DKI Jakarta terus melakukan upaya pemantauan dan penanganan banjir di berbagai titik yang terendam air.

(kp/n14)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru