BREAKING NEWS
Minggu, 01 Maret 2026

Bentrok Berdarah Antara Warga Desa Lingat dan Kandar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 1 Tewas, 7 Terluka

- Rabu, 30 April 2025 13:59 WIB
Bentrok Berdarah Antara Warga Desa Lingat dan Kandar di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 1 Tewas, 7 Terluka
Aparat TNI Polri berjaga-jaga di lokasi bentrokan warga di Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Selasa (29/4/2025)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MALUKU -Bentrokan berdarah antara warga Desa Lingat dan Desa Kandar, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, terjadi pada Selasa (29/4/2025) petang.

Bentrokan tersebut menyebabkan satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka, dengan mayoritas korban mengalami luka akibat tembakan senapan angin.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Aries Aminullah, mengungkapkan bahwa korban tewas berinisial SN (51), yang tertembak di bagian dada kiri. Sementara itu, tujuh orang lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan senapan angin yang digunakan dalam bentrokan tersebut.

"Bentrokan menyebabkan satu warga tewas tertembak di dada kiri dan tujuh lainnya terluka. Umumnya para korban terkena tembakan senapan angin," ujar Aries, Rabu (30/4/2025).

Menurut keterangan Aries, bentrokan dipicu oleh sengketa lahan antara kedua desa, tepatnya terkait masalah lahan Batinduan. Konflik ini kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik antara warga, yang saling menyerang dengan senjata tajam dan senapan angin.

Buntut dari Bentrokan: Blokade Jalan oleh Warga Desa Kandar

Setelah bentrokan, warga Desa Kandar melakukan blokade jalan di depan desa mereka, yang memicu upaya oleh aparat keamanan untuk meredam ketegangan. Polsek Selaru, bersama anggota Koramil dan TNI AL, segera turun tangan di lokasi kejadian untuk mengendalikan situasi.

"Kapolsek Selaru bersama Pemerintah Kecamatan Selaru dan TNI berkoordinasi dengan masyarakat agar aksi pemalangan jalan dapat dibuka," kata Aries.

Pihak berwenang berhasil membuka blokade jalan tersebut, namun akses kendaraan tetap dibatasi. Hanya personel TNI dan Polri yang diperbolehkan melintas, sementara camat bersama staf desa tidak diizinkan melalui jalan yang diblokade.

Keamanan Terkendali, Imbauan untuk Warga Menahan Diri

Pasca-bentrokan, keamanan di kedua desa yang terlibat telah sepenuhnya dikendalikan oleh aparat TNI dan Polri. Aries mengimbau warga di kedua desa agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak bertanggung jawab.

"Kepada warga kedua desa kami meminta agar dapat menahan diri dan jangan terprovokasi," tegas Aries.*

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru