BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Viral Bupati Mentawai Bentak Kapten Kapal, Ini Penjelasan Rinto Wardana

Adelia Syafitri - Sabtu, 10 Mei 2025 14:09 WIB
Viral Bupati Mentawai Bentak Kapten Kapal, Ini Penjelasan Rinto Wardana
Video viral menunjukkan Bupati Mentawai memarahi kapten kapal.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MENTAWAI — Sebuah video yang memperlihatkan Bupati Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rinto Wardana Samaloisa, sedang memarahi seorang yang diduga kapten kapal viral di media sosial.

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, Rinto terlihat menunjuk-nunjuk dan membentak kapten tersebut karena diduga tidak mematuhi aturan pembayaran surf tax (pajak selancar).

"Kamu saya perintahkan mengambil paspor. Ini sudah batas kesabaran saya. Sekarang... sekarang!" teriak Rinto dalam video yang beredar luas di media sosial sejak Sabtu (10/5/2025).

Rinto Wardana membenarkan bahwa insiden itu terjadi pada Kamis (8/5/2025) saat dirinya sedang melakukan kunjungan kerja ke Pagai Selatan, salah satu pulau di wilayah Kepulauan Mentawai yang dikenal sebagai destinasi selancar internasional.

"Saya mendapat laporan ada turis yang berselancar tanpa membayar surf tax. Maka saya melakukan sidak langsung ke kapal-kapal wisata," jelas Rinto.

Menurut Rinto, pada dua kapal pertama, tidak ditemukan masalah.

Namun, saat tiba di kapal ketiga, yakni kapal D, ia merasa tidak dihormati dan mendapat respons tidak kooperatif dari kapten kapal.

"Saat saya tanya paspor dan bukti pembayaran surf tax, si kapten malah sibuk menelepon dan menyuruh saya bicara dengan backing-nya," tegas Rinto.

Karena tidak ada bukti pembayaran dan diduga terjadi pelanggaran aturan, pihaknya memutuskan untuk menahan sementara buku laut kapten kapal tersebut dan meminta klarifikasi lebih lanjut di Sikakap, wilayah administratif terdekat.

"Kami tidak main-main dalam penegakan aturan. Buku lautnya kami tahan sementara sampai ada klarifikasi dan bukti resmi," tambah Rinto.

Kejadian ini memicu pro dan kontra di media sosial, sebagian mendukung tindakan tegas Rinto untuk menegakkan peraturan daerah, sementara sebagian lainnya mengkritik gaya komunikasi yang dianggap meledak-ledak.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru