BREAKING NEWS
Sabtu, 04 Juli 2026

10 Wilayah Berstatus Waspada Tsunami, BMKG Imbau Warga Kosongkan Pantai

Abyadi Siregar - Rabu, 30 Juli 2025 13:37 WIB
10 Wilayah Berstatus Waspada Tsunami, BMKG Imbau Warga Kosongkan Pantai
Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati. (foto: tangkapan layar ig elshinta90fm)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk segera mengosongkan kawasan pesisir di sejumlah wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Imbauan ini menyusul potensi gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo (M) 8,6 yang mengguncang wilayah lepas pantai Timur Jauh Rusia, Rabu (30/7).

Dalam keterangan persnya, Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa terdapat sepuluh wilayah di Indonesia yang diperkirakan terdampak gelombang tsunami.

Wilayah-wilayah tersebut mencakup:

- Kota Gorontalo (ETA 16.39 WITA)

- Halmahera Utara (ETA 16.04 WIT)

- Kepulauan Talaud (ETA 14.52 WITA)

- Manokwari (ETA 16.08 WIT)

- Raja Ampat (ETA 16.18 WIT)

- Biak Numfor (ETA 16.21 WIT)

- Supiori (ETA 16.21 WIT)

- Sorong bagian utara (ETA 16.24 WIT)

- Jayapura (ETA 16.30 WIT)

- Sarmi (ETA 16.30 WIT)

BMKG mengingatkan bahwa masyarakat di sepanjang wilayah tersebut diminta untuk segera menjauh dari pantai dan bergerak menuju tempat yang lebih tinggi sebelum gelombang diperkirakan tiba, yakni mulai pukul 02.00 WITA hingga 04.00 WIT.

"Mohon sebelum waktunya datang, pantai sudah dikosongkan. Masih ada cukup waktu untuk melakukan evakuasi. Segera menjauh dan cari tempat aman di dataran tinggi," tegas Prof. Dwikorita dalam konferensi pers di Kantor BMKG.

Meski estimasi tinggi gelombang tsunami diperkirakan hanya sekitar 50 sentimeter, BMKG menekankan bahwa kekuatan dan dampaknya sangat tergantung pada kondisi topografi masing-masing wilayah.

Oleh karena itu, kehati-hatian tetap harus diutamakan.

BMKG terus memantau perkembangan situasi dan akan menyampaikan pembaruan jika terjadi perubahan signifikan.

Masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap waspada, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG.*

(bi/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru