Hujan Ringan Mendominasi Bali, Gianyar Berpotensi Hujan Petir
DENPASAR Cuaca di sebagian besar wilayah Bali pada hari ini didominasi hujan ringan dengan suhu udara berkisar antara 22 hingga 32 deraj
NASIONAL
JAKARTA– Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Adita Irawati meminta maaf atas pernyataan yang mengundang kontroversi, terkait penggunaan diksi ‘rakyat jelata’ dalam sebuah wawancara di stasiun televisi swasta. Pernyataan ini mengundang sorotan publik, khususnya dari kalangan netizen yang menganggap penggunaan istilah tersebut kurang tepat.
Insiden ini bermula ketika Adita, yang hadir sebagai salah satu narasumber dalam program televisi, merespons terkait pernyataan yang dikeluarkan oleh Utusan Khusus Presiden, Miftah Maulana, yang mengolok-olok penjual es teh. Adita menjelaskan bahwa pihak Istana menyesalkan kejadian tersebut, dan menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto selama ini sangat memperhatikan rakyat kecil.”Suatu hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi, apalagi kalau kita lihat presiden kita Pak Prabowo Subianto ini, baik itu melalui pidato maupun kunjungan kerja, terlihat sekali keberpihakan beliau kepada rakyat kecil, kepada rakyat jelata,” ujar Adita dalam wawancara tersebut.Namun, penggunaan istilah ‘rakyat jelata’ dalam konteks tersebut menuai kritik dari masyarakat yang menilai istilah tersebut tidak mencerminkan sikap resmi yang seharusnya lebih inklusif dan sensitif. Banyak yang berpendapat bahwa istilah ini terkesan merendahkan dan tidak menghargai martabat rakyat.
Sebagai respons terhadap kontroversi tersebut, Adita melalui akun Instagram resmi Kantor Komunikasi Kepresidenan, @pco.ri, memberikan klarifikasi dan permohonan maaf. Dalam unggahan tersebut, Adita mengakui bahwa diksi yang digunakannya dianggap tidak tepat dan menyebabkan kebingungannya di kalangan masyarakat.”Saya memahami, diksi yang saya gunakan dianggap kurang tepat. Untuk itu, secara pribadi saya memohon maaf atas kejadian ini yang menyebabkan kontroversi di masyarakat,” ujar Adita melalui unggahan Instagram.Lebih lanjut, Adita menjelaskan bahwa penggunaan istilah ‘rakyat jelata’ tidak ada maksud negatif, dan ia menggunakan kata tersebut berdasarkan arti yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang berarti rakyat biasa. Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merendahkan atau melemahkan siapa pun dalam pernyataannya. (JOHANSIRAIT)
DENPASAR Cuaca di sebagian besar wilayah Bali pada hari ini didominasi hujan ringan dengan suhu udara berkisar antara 22 hingga 32 deraj
NASIONAL
TAPSEL Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun hunian sementara (huntara) bagi 245 kepala keluarga (KK) korban bencana di Kabup
NASIONAL
PADANG Delapan remaja dilaporkan terjebak air bah di Pemandian Lubuk Tongga, Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tanga
PERISTIWA
PADANG Malam ini, jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Kota Padang melaksanakan salat tarawih pertama di awal Ramadan 1447 Hijriah. Salah sa
AGAMA
JAKARTA Tersangka pencemaran nama baik dan penyebaran hoaks, Tifauzia Tyassuma, atau akrab disapa Dokter Tifa, mengungkapkan bahwa penel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Dokter Tifa membeberkan hasil penelitiannya terkait ijazah Joko Widodo. Ia mengungkap setid
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPTENG Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (16/2/2026), menyebabkan beberapa titik kembali terendam banjir. Sal
PERISTIWA
TAPANULI TENGAH Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melaporkan banjir melanda seluruh kecamatan di wilayahnya akibat hujan merata
PERISTIWA
PEKALONGAN Amat Muzakhim (56), suami anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, menjadi sasaran penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) pada S
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri kegiatan punggahan yang digelar di Jalan
PEMERINTAHAN