BREAKING NEWS
Senin, 01 September 2025

BMKG Kerahkan 300+ Tsunami Gauge Pantau Dampak Gempa Kamchatka Rusia di Wilayah Indonesia

Justin Nova - Rabu, 30 Juli 2025 15:08 WIB
BMKG Kerahkan 300+ Tsunami Gauge Pantau Dampak Gempa Kamchatka Rusia di Wilayah Indonesia
Konferensi Pers Gempa M8.7 Kamchatka, Rusia, Berpotensi Tsunami di Wilayah Indonesia (foto : screenshoot yt info BMKG)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa saat ini pihaknya terus memantau potensi dampak tsunami trans Pasifik akibat gempa besar yang terjadi di wilayah Kamchatka, Rusia.

Dalam jumpa pers yang digelar Rabu (30/7/2025), Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan menggunakan jaringan Tsunami Gauge, yakni alat sensor pengukur tinggi muka laut secara real time.

"BMKG saat ini akan terus memantau perjalanan tsunami trans pasifik ini menggunakan tsunami gauge. Kami punya 106, dan lebih dari 200 lainnya dioperasikan oleh Badan Informasi Geospasial," ujar Daryono.

Baca Juga:

Waspada Tsunami di Wilayah Teluk Sempit

Baca Juga:

Meskipun status ancaman saat ini masih tergolong "waspada" atau dengan ketinggian tsunami kurang dari 0,5 meter, Daryono mengingatkan bahwa potensi amplifikasi gelombang tsunami tetap ada, terutama di pantai-pantai yang terletak di teluk sempit.

"Pada kawasan lokal dengan morfologi pantai sempit, amplifikasi bisa membuat gelombang melebihi 0,5 meter. Ini yang perlu kita waspadai bersama," tambahnya.

Gempa Kamchatka, Perulangan Sejarah 75 Tahun Lalu

Lebih lanjut, Daryono menyebut gempa Kamchatka ini merupakan perulangan dari peristiwa besar pada tahun 1952, saat wilayah tersebut diguncang gempa magnitudo 9,0 dan memicu tsunami setinggi 18 meter. Tsunami kala itu menghantam kota Savero hingga Kurilsk, menewaskan 2.300 orang.

"Ini adalah perulangan gempa besar pertama pasca peristiwa megathrust 1952. Kita perlu waspada terhadap potensi siklus gempa serupa," ujarnya.

Imbauan untuk Warga: Tenang, Tapi Waspada

BMKG meminta masyarakat untuk tetap tenang, namun tidak lengah. Masyarakat diimbau menjauhi pantai namun tidak perlu panik atau naik ke gunung.

"Tetap tenang dan waspada. Jauhi pantai, tidak perlu naik gunung. Khusus bagi warga di kawasan pantai sempit, disarankan untuk menjauh lebih jauh karena potensi amplifikasi tsunami bisa terjadi secara lokal," jelas Daryono.

Dengan pemantauan ketat dan teknologi deteksi dini seperti Tsunami Gauge, BMKG berharap dapat memberikan informasi yang cepat dan akurat guna mengurangi risiko korban jiwa.*

Editor
: Justin Nova
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BMKG Peringatkan Hujan Sedang hingga Petir di Sejumlah Wilayah Kalimantan Selatan, Minggu 31 Agustus 2025
Waspada Hujan dan Petir di Jawa Barat Hari Ini, Cek Prakiraan Lengkap BMKG
Cuaca Bali Hari Ini Didominasi Berawan, Suhu Sejuk di Pegunungan
Cuaca Jakarta Hari Ini Didominasi Hujan Ringan, Warga Diminta Siaga Saat Sore Hari
Hujan dan Petir Mendominasi Cuaca di Sumatera Utara, Waspadai Potensi Banjir dan Sambaran Petir
Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Sabtu 30 Agustus 2025: Cerah hingga Hujan Ringan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru